Ramadan Bulan yang Berkarakter - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ramadan Bulan yang Berkarakter

Ramadan Bulan yang Berkarakter

Written By Admin Raka on Selasa, 29 Mei 2018 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Puasa tidak saja difokuskan kepada indera pengecap saja, akan tetapi semua panca indera yang ada pada anggota tubuh haruslah ikut berpuasa juga.

Hal itu dilakukan guna menyempurnakan ibadah puasa. Karena panca indera rawan akan kegiatan-kegiatan maksiat yang akan menyebabkan berkurangnya pahala puasa.

Pemerhati masalah pendidikan Asep S.M, mengatakan itu melalui surat elektroniknya, beberapa waktu lalu. Untuk itu, terang Asep, semua panca indera wajib dijaga saat berpuasa. "Banyak hikmah yang tersimpan dibalik ibadah puasa. Salah satunya bagaimana kita bisa merasakan jerih payah orang-orang kecil yang sulit untuk mendapatkan makanan. Sulit untuk mendapatkan sesuap nasi, hingga harus bersusah payah, kerja keras banting tulang demi menyambung kehidupan. Dan saat puasa kita rasakan semua itu. Sehingga kita sadar, banyak berintropeksi diri dari berbagai macam kesalahan yang dilakukan," ucapnya.

Masih dikatakan Asep, melalui puasa diajarkan untuk berbagi kepada sesama dan peduli akan sesama. Tidak mementingkan perut sendiri. tidak serakah dan tamak. Nilai sosial secara spontan ikut termanifestasikan. "Ramadan menjadi watak atau karakter yang menempel pada diri seorang muslim," ucap Asep.

Dilanjutkan Asep, seorang muslim harus bisa mengambil ibrah dari momentum ramadan. Pendidikan dan pelajaran yang bermanfaat untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. "Menumbuhkan karakter yang baik mungkin terbilang susah namun ketika semua itu telah terbiasa dan menempel didalam jiwa maka semua itu tidaklah menjadi beban," ucapnya.

Karakter akan terbentuk lewat proses pelatihan. Karakter pun akan terbangun jika seseorang benar-benar serius untuk mengolah kemampuan dirinya. Dibulan ramadan pastinya banyak sekali godaan dan ujian yang harus dihadapi. Tetapi jika manusia itu berkarakter dan karakter yang dimilkinya baik, pastinya manusia itu tidak akan mudah tergoda dan terpengaruh oleh tipu daya syaiton yang setiap saat membisikan kedalam telinga kita.

Karenanya, terang Asep, sudah saatnya puasa ramadan menjadikan latihan positif serta menjadi karakter dari jiwa seorang muslim dan muslimah. Output ramadan harus mampu menanamkan nilai-nilai spiritual yang begitu kental. Menjadikan manusia yang berakhlak baik menuju insan kamil. Setelah usai ramadan, nilai-nilai dan ibrah yang didapat dibulan suci masih menenpel dibulan yang lainnya. Maka sudah jelas, ramadan sebagai bulan berkarakter. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template