Program BPNT Membingungkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Program BPNT Membingungkan

Program BPNT Membingungkan

Written By Admin Raka on Selasa, 08 Mei 2018 | 14.00.00

JATISARI, RAKA - Program Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT) yang menggabungkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga harapan (PKH) dan KPM rastra dinilai membingungkan pemerintahan desa. Pasalnya munculnya program baru tersebut sampai saat ini masih belum ada kejelasan, sejauh mana pemerintahan desa dilibatkan.

"Belum jelas, bahkan soal agen penyalur BPNT-nya juga masih bingung," kata Kepala Desa Balonggandu, Suhana kepada Radar karawang belum lama ini.

Dia menyampaikan, tidak akan ada warung yang mau jadi agen jika tidak ada keuntungan dalam program tersebut. Karena jika terjadi persoalan, tentu agen penyalur itu yang akan disibukan untuk menyelesaikannya, bahkan ujung-ujungnya pemerintahan desa yang harus membereskan. "Jika terjadi permasalahan di agen. Maka pasti desa juga yang akan repot. Sementara prosesnya sejauh ini belum melibatkan pemerintahan desa," terangnya.

Belum lagi, tambah Suhana, jika ada persoalan data penerima. Karena info sementara yang dia terima, bakal ada pengurangan secara drastis untuk penerima BPNT tersebut. "Masalah data penerima juga akan menjadi permasalahan yang pelik," ujarnya.

Oleh karenanya, dia meminta agar kepala desa dilibatkan untuk bisa menyukseskan program dari Kementerian Sosial tersebut. Sehingga saat programnya sudah jalan pemerintahan desa bisa menerangkan secara jelas kepada warga. "Kalau warga biasanya nggak mau tahu, pokoknya yang biasanya dapat harus dapat lagi. Kalau ada perubahan yang disalahkan pasti desa. Padahal soal data penerima itu bukan ditentukan oleh desa," bebernya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Barugbug, Suhatip, menurutnya program BPNT yang sudah ramai diperbincangkan itu sampai saat ini masih belum ada sosialisasi secara khusus kepada para kepala desa. Sehingga dia merasa khawatir jika program tersebut tidak berjalan dengan baik. "Kalau program ini nggak jalan. Pasti desa (Pemdes) yang disalahkan," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template