Petani Tidak Bisa Hidup Tanpa Pupuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Tidak Bisa Hidup Tanpa Pupuk

Petani Tidak Bisa Hidup Tanpa Pupuk

Written By Admin Raka on Rabu, 30 Mei 2018 | 14.00.00

KOTABARU, RAKA - Peran perusahaan yang memproduksi pupuk di Indonesia sangat penting untuk ketahanan pangan. Pasalnya tanpa pupuk, terutama pupuk subsidi, ketahanan pangan di Indonesia khususnya Karawang bisa terancam.

"Kebaradaan PT Pupuk Kujang pastinya sangat membantu untuk para petani dalam bercocok tanam, soalnya perusahaan itu yang memproduksi pupuk subsidi," ujar Ata (68),  petani Kampung Bakan Tambun RT 02/07, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, kepada Radar Karawang, baru-baru ini.
Terlebih, peran pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan terus digencarkan, salah satunya dengan diluncurkannya program kartu tani. Dengan kartu tersebut akhirnya lebih jelas lagi siapa yang berhak mendapatkan pupuk subsidi. Karena tanpa menggunakan pupuk hasil panen petani bisa menurun drastis. "Sekarang kami lebih enak lagi, karena sudah ada kartu tani," taturnya.

Ata yang memiliki lahan garapan sawah 4.000 meter itu, mengaku cukup mengeluarkan modal awal Rp2 juta. Hasil panen padi yang diadapatkan dalam satu kali panen bisa mencapai 3 ton.
Dia memperkirakan, kalau harga padi 1 kwintal Rp500.000, maka pendapatannya bisa mencapai Rp45 juta dalam satu kali panen. Namun itu semua tidak akan bisa didapat tanpa ketersediaan pupuk yang cukup. "Keuntungan yang didapat cukup lumayan besar. Jadi petani tak bisa hidup tanpa pupuk," akunya.

Dia berharap, pemerintah lebih memperhatikan lagi para petani agar keuntungan yang didapatkan bisa lebih meningkat lagi. Dengan demikian ketahanan pangan bisa berpanding lurus dengan kesejahteraan para petani. "Semoga saja, harga pupuk urea bisa turun, terus harga padi bisa stabil," harapnya.

Pemilik Toko Tani Mekar Jaya, Mulyadi mengatakan, ingin membantu memudahkan para petani untuk mendapatkan pupuk urea. Hal itulah yang membuat dirinya membuka usaha bisnis tersebut. "Ingin membantu petani dalam meningkatkan produksi padinya. Karena dengan begitu, kebutohan pokok masyarakat berupa beras bisa ikut terbantu juga, jadi keperluan dapar selalu tersedia," katanya.
Ia mengaku, persediaan pupuk yang dijualnya itu, tidak pernah kekurangan stok. Kerena distributor menyesuaikan dengan kebutuhan para petana yang ada di wilahnya. "Belum pernah kekurangan untuk persedian pupuk," akunya.

Penyuluhan Pertanian Lapangan Kotabaru, Ahmad Surulli mengatakan, luas lahan sawah di Kecamatan Kotabaru pada tahun 2016 1.317 hektare. Itu diakumlasikan dari enam desa yang ada di Kotabaru diantaranya Desa Pangulah Selatan 463 hektare, Pangulah Baru 342 hektare, Pangulah Utara 198 hektare, Wancimekar 268 hektare, Sarimulya 10 hektare, dan Desa Pucung 404 hektare. Sedangkan data di tahun 2017, luas lahan yang ada di masing-masing desa mengalami penyusutan karena beralih fungsi jadi perumahan. Adapun rinciannya Desa Pangulah Selatan 463 hektare, Pangulah Baru 342 hektare, Pangulah Utara 198 hektare, Wancimekar 268 hektare, dan Desa Pucung 404 hektare. "Ada pengurangan 45 hektare jadi 1.307 hektare, itu dikarenakan adanya alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan," katanya.

Ia mengaku, dari luas garapan sawah yang ada di waliyah tersebut, tidak mengalami kekurangan pupuk yang dibutukan oleh para petani. Karena berdasarkan rekapitulasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi di Kecamatan Kotabaru tahun 2018 sebanyak 1.899.426.411 Kg. "Pihak kami sudah menyesuaikan kebutuhan pupuk para petani, jadi tidak kekurangan," akunya.

Menurutnya, persedian pupuk sangat membantu petani untuk bercocok tanam. "Dapat meningkatkan produksi padi di Kabapaten Karawang, khusunya Kecamatan Kotabaru," ujarnya.

Direktur Produksi Pupuk Kujang Maryono mengatakan, PT Pupuk Kujang memiliki 2 pabrik pembuatan di satu kawasan yaitu Pabrik Kujang 1 A dan Pabrik Kujang 1 B untuk memproduksi pupuk urea. Kapasitas produksi Pupuk Kujang untuk urea mencapai 1.140.000 ton per tahun. Pabrik NPK granular 1 dan granular 2 berkapasitas 200.000 ton per tahun, pupuk organik 20.000 ton per tahun. Angka tersebut melebihi kebutuhan pupuk untuk petani di kawasan Jawa Barat dan Banten. "Produksi Pupuk Kujang berjalan dengan baik, sehingga persedian stok aman. Dengan demikian, dapat memenuhi musim tani," pungkasnya. (acu)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template