Pesantren Baitul Burhan Masih Jaga Tradisi Salaf - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pesantren Baitul Burhan Masih Jaga Tradisi Salaf

Pesantren Baitul Burhan Masih Jaga Tradisi Salaf

Written By Admin Raka on Jumat, 18 Mei 2018 | 12.30.00

Sekolah Libur, Kitab Kuning tetap Jalan

TEMPURAN, RAKA - Meski terogolong pesantren modern, namun Pesantren Baitul Burhan yang terletak di Dusun Jarakah, Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, tidak melupakan tradisi santri khas pesantren salaf.

Dari sisi pengajaran misalnya, pesantren yang dilengkapi dengan fasilitas masjid termegah di Karawang ini, masih setia mengajarkan para santrinya kitab-kitab kuning. Begitupun dalam kesehariannya, pada hari-hari tertentu, masih melestarikan makan nasi liwet bersama. Biasanya, ribuan santri berjejer di pelataran masjid sampai komplek pesantren. Mereka saling berhadapan menyantap nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang.

"Kebahagiaan orang berpuasa itu di antaranya adalah saat sahur dan jelang buka puasa. Kita kemas selalu dengan tradisi yang kompak seperti ini," kata salah seorang pengasuh Pesantren Baitul Burhan, Ustad Ajang Syaeful Khiyar kepada Radar Karawang.

Kata Ajang, pesantrennya tidak meliburkan santri sampai H-7 Idul Fitri nanti, meskipun tanggal 16-19 Mei ini merupakan hari libur awal puasa bagi siswa sekolah pada umumnya. Karena dianggap hari tanggung, terutama bagi para santri yang berasal dari luar kota.

Pada bulan Ramadan ini, pihak pesantren lebih mengintensifkan pengajaran keagamaan. Para santri yang dibagi menjadi 12 kelas itu difokuskan mengikuti kegiatan pengajian kitab-kitab salaf setiap selesai salat fardhu.

Dikatakannya pula, saat puasa, para santri disibukkan dengan persiapan sahur dan buka puasa. Menurutnya, ada hari-hari istimewa saat menyantap makan sahur dan buka puasa pada hari pertama bulan ramadan, hari kesepuluh dan 17 Ramadan. Para santri mendapatkan menu makan bersama di atas daun pisang. Sementara lauknya, ikan yang dihasilkan dari kolam ikan milik pesantren. "Itu hanya di hari khusus saja," kata Kepala SMP Fathonul Burhan itu.

Selama Ramadan, kesibukan di dapur umum terjadi menjelang sahur dan buka puasa. Menurutnya, kekompakan santri saat sahur dan buka puasa adalah bagian dari kedisiplinan yang dibangun, agar kelak ketika mereka sukses, tidak melupakan kekeluargaan dan kebersamaan. "Lesehan itu mendidik jiwa sosial dan mengajarkan kita untuk tidak tamak," ujarnya soal hidangan di hari spesial itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Burhan, Kiai Sofwan Abdul Gani mengatakan, pada hari-hari tertentu para santri sengaja diajak makan lesehan dengan tujuan mengajarkan anak didiknya untuk selalu menjaga kebersamaan. Disamping itu, puasa diingatkannya merupakan bagian perjuangan untuk menyandang predikat orang-orang yang bertaqwa. "Lesehan dan kekompakan saat buka puasa dan sahur semacam ini mengajarkan santri menjaga kebersamaan," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template