Pesantran Al Hasan Punya Metode Khusus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pesantran Al Hasan Punya Metode Khusus

Pesantran Al Hasan Punya Metode Khusus

Written By Admin Raka on Kamis, 24 Mei 2018 | 12.45.00

No Medsos, One Sub One Juz

CIKAMPEK, RAKA - Ibarat kuda yang diberikan beban berat agar tidak seperti kuda liar lainnya, itulah peribahasa yang disampaikan Ustad Isep Ahmad Saeful Huda, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasan, saat ditanya bagaimana cara dia mengelola dan mendidik para santri.

Pesantren yang memiki santri sebanyak 150 orang, terus diberikan beban tugas pengajian seperti Rasul yang tak pernah berhenti beribadah. Sehingga anak yang tengah dididik tidak akan pernah mengenal pergaulan bebas, serta lingkungan yang tidak baik untuk hidupnya. "Kalau anak diberikan kebebasan tanpa diberikan beban tugas yang banyak, dia akan liar. Ibarat kuda yang diberikan beban banyak, dia tidak akan liar," ucapnya kepada Radar Karawang, kemarin.

Kegiatan para santri di pondok pesantren di bulan Ramadan, kata Isep, tidak berbeda jauh dengan hari biasanya. Mulai dari waktu subuh hingga malam, mereka disibukan dengan pengajian. Sehingga tidak ada waktu luang bagi mereka untuk mengendal dunia media sosial (medsos), serta pergaulan yang tidak baik baginya. "Subuh ngaji, Zuhur ngaji, Ashar ngaji, Isya ngaji sampai jam 11 malam. Magrib biasanya ngaji, karena dimanfaatkan untuk buka puasa jadi mengajinya malam," terangnya.
Dengan memperbanyak pengajian, beribadah setiap waktu, dan tidak sakadar memanfaatkan waktu luang saja. Namun sejak dulu sudah menjadi program pondok pesantren yang menerapkan wan sub wan juz (satu subuh satu juz), membaca Alquran setiap hari. "Mulai dari anak santri yang masih sekolah SD sampai aliyah. Semuaya diwajibkan untuk ikut pengajian bersama," jelasnya.

Jika menjelang Zuhur, kata Isep, para santri diberikan pengajian yang berbeda dalam setiap waktunya. Diantaranya Tafsir yasin yang rutin dilakukan setiap siang usai melaksanakan solat Zuhur berjamaah. "Subuh wan sub wan jus duzhur tafsir yasin, dan pengajian berbeda di setiap waktunya," ucapnya.

Dirinya meyakini dengan memberikan tugas yang banyak kepada para santri, mereka akan terhindar dari segala perbuatan yang tidak diinginkan. Melihat zaman now, banyak pergaulan remaja yang sudah dibutakan oleh teknologi maupun medsos. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan karena minimnya pengawasan orang tua, serta kebebasan bagi setiap anak dalam menjalani hidupnya. Akibatnya kemajuan teknologi yang seharusnya memberikan manfaat malah disalahgunakan oleh setiap orang maupun anak. "Mengaji, mengaji dan terus mengaji, sibukan setiap waktu anak dengan berbagai macam kegiatan yang positif, Insya Allah akan lebih baik untuk kehidupannya ke depan," tuturnya.

Salah satu santri, Ahmad Rifai (16) menyampaikan, Ramadan harus dimanfaatkan dengan berlomba memperbanyak amalan kebaikan. Sebab, bulan suci ini bagi dia merupakan bulan yang penuh berkah. "Banyakin mengaji dan menjalankan apa yang diperintahkanNya, serta menjauhi semua larangNya," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template