Pengendara Motor Buang Karung Sampah di Pinggir Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengendara Motor Buang Karung Sampah di Pinggir Jalan

Pengendara Motor Buang Karung Sampah di Pinggir Jalan

Written By Admin Raka on Kamis, 31 Mei 2018 | 15.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan ternyata masih kurang. Sebagian masyarakat sampai saat ini masih suka membuang sampah di sembarang tempat. Seperti terlihat di beberapa titik ruas Jalan utama Badami-Loji, tepatnya di Kampung Ciketing, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat. Tumpukan sampah tampak berserakan di pinggir jalan sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Berdasarkan pantauan Radar Karawang, Rabu (30/5) sampah yang menumpuk di lokasi tersebut merupakan sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja di pinggir jalan. Sampah-sampah yang dibungkus kantong plastik itu sebagian isinya banyak yang tumpah karena plastiknya sudah robek, sehingga bertaburan di jalan raya dan menebarkan bau busuk menyengat.

Sementara untuk jumlah titiknya, berdasarkan pengamatan ada dua titik tempat pembuangan sampah liar yang kondisinya sudah parah. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari  sisi kiri Workshop Aspalindo, dan sekitar 100 meter dari Puskesmas Telukjambe Barat. Kuat dugaan sampah itu berasal dari masyarakat yang terbiasa membuang sampah di lokasi tersebut.

"Kami sudah cek di lokasi tersebut, memang masih banyak masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan ditempat tersebut. Kita bersihkan, kemudian menumpuk lagi, jadi memang sudah perilaku. Itu yang dipinggir jalan seperti itu, bagaimana yang di kampung-kampung. Karena secepatnya kita akan melakukan sosialisasi untuk tidak membuang sampah di lokasi," Ucap Sekretaris Kecamatan Telukjambe Barat H. Artha SH. 

Bahkan berdasarkan warga sekitar sering menyaksikan ada orang menggunakan sepeda motor sengaja datang ke lokasi untuk membuang sampah. Oknum pembuang sampah liar itu sambil melintas membuang bungkusan plastik besar atau bekas karung yang berisi sampah rumah tangga. Karenanya menurut Artha, untuk mengatasi persoalan tersebut dia mempunyai pemikiran agar di setiap rukun tetangga (RT) memiliki motor khusus untuk kendaraan pengangkut sampah.

Selanjutnya, sampah-sampah dari rumah tangga itu diangkut ke titik kumpul lalu di bakar atau di buang ke tempat yang sudah disediakan. "Untuk mengadakan motor pengangkut sampah disetiap RT, kita memiliki keterbatasan. Maka sedang kita pikirkan, apakah pengadaannya secara mandiri atau bagaimana. Kita sedang berupaya melakukan sosialisasi kepada pihak RT, melalui kades juga aparatur lainnya," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template