Omset Jasa Penyeberangan Motor Merosot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Omset Jasa Penyeberangan Motor Merosot

Omset Jasa Penyeberangan Motor Merosot

Written By Admin Raka on Sabtu, 19 Mei 2018 | 14.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Pengusaha jembatan penyeberangan Sungai Citarum mengeluhkan merosotnya omset di minggu kedua ramadan. Kalau dihari biasa yang melintas bisa mencapai ratusan orang selama puasa ini hanya berkisar puluhan kendaraan saja yang menggunakan jasanya.

"Sekarang paling hanya warga saja yang melintas. Tapi mesti apalagi, ya kita harus sabar. Kalau di bulan lain biasa kita dapat hingga ratusan ribu rupiah. Sekarang, awal bulan puasa saja nyaris tidak dapat sesen pun karena sepi. Tapi hari kedua puasa ini lebih lumayan di banding kemarin," Ungkap Iwan (24) Warga Desa Sukaluyu yang menjaga jembatan penyeberangan Citrum Barat kepada Radar Karawang, Jumat (18/5) Siang.

Dilanjutkan Iwan, biasanya meski sekarang sudah pukul 09.30 WIB ada saja motor yang melintas menggunakan jembatan penyeberangan, tapi sekarang cukup sepi. "Biasanya kalau hari biasa motor yang menyeberang bisa mencapai 120-150 motor," terang Iwan.

Dituturkan Iwan pengguna jasa jembatan penyeberangan menyerupai titian papan ditopang drum-drum kosong dibawahnya yang dikelolanya kebanyakan karyawan pabrik kawasan industri di wilayah Kecamatan  Telukjambe Timur. Mereka menggunakan jasa jembatan karena jarak tempuhnya lebih singkat. Rata-rata mereka yang bermukim di Desa Sukaluyu dan Desa Sirnabaya. "Kalau biasanya mereka menyeberang pagi hari tetapi puasanya banyak yang menyeberang selepas sahur," tambah Iwan.

Masih dikatakan Iwan, warga sekitar Desa Sukaluyu dan Sirnabaya memang menggunakan jembatan penyeberangan Citarum Barat, baik jembatan yang dikelolanya maupu melalui perahu eretan. Kalau yang berkenderaan menggunakan jembatan yang dikelolanya tetapi yang berjalan kaki menggunakan perahu. Selain bisa menghemat waktu, warga juga bisa menghemat pengeluaran bahan bakar kendaraannya.

Sementara Andri (29) karyawan salah satu pabrik di kawasan KIIC yang mengendarai motor mengatakan sengaja memanfaatkan jembatan penyeberangan karena jarak tempuh lebih dekat ke kantornya. Dia saat itu kerja shif dua sehingga berangkat siang hari. "Sekarang lengang, kalau biasanya jembatan ini juga sama dilintasi penyeberang seperti saya. Rata rata karyawan yang bekerja di pabrik," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template