Nyalakan Lilin karena Pulsa Listrik Mati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nyalakan Lilin karena Pulsa Listrik Mati

Nyalakan Lilin karena Pulsa Listrik Mati

Written By Admin Raka on Selasa, 08 Mei 2018 | 12.30.00

Mak Marifah Tahajud, Rumah Terbakar

CILAMAYA KULON, RAKA - Gara-gara token listrik belum diisi pulsa, Marifah (70) warga Dusun Pasirputih RT 16/05, Desa Sukajaya, harus menyalakan lilin Minggu (6/5) malam saat hendak salat tahajud sekitar pukul 23.30.

Namun, lilin yang dinyalakan nenek yang tinggal seorang diri tersebut justru membawa petaka. Pasalnya saat melaksanakan salat, lilin tersebut diduga jatuh dan mengenai benda-benda yang mudah terbakar. Akibatnya, api yang semakin membesar terus merembet melahap seisi ruangan, sementara Marifah syok dan masih terkulai lemas di pelataran sajadahnya. Saat itu dia berhasil diselamatkan warga yang melintas.

Tetangga korban, Waryono mengatakan, rumah Marifah didominasi bilik bambu dan kayu. Kabarnya, saat kejadian sekitar pukul 23.00, api bermula dari lilin yang dinyalakan karena hendak melaksanakan salat malam. Kondisi gelap, bukan karena mati lampu pada umumnya, sebab rumah korban kabarnya belum diisi pulsa listrik. Diduga, lilin tersebut mengenai benda-benda yang mudah terbakar hingga luput dari pengawasan Marifah. Beruntung, korban yang tinggal sendirian tersebut berhasil selamat, sementara rumah yang terbakar berhasil dipadamkan warga sekitar setengah jam. "Informasi mah dari lilin, api berhasil dipadamkan setengah jam oleh warga," katanya.

Kades Sukajaya Abdul Ghofur mengatakan, Marifah masuk kategori keluarga miskin dan tinggal sendirian. Sebab anak-anaknya sedang pergi melaut. Kondisi rumah, diakui korban belum diisi pulsa token listrik. Entah memang sedang tidak ada uang atau lupa, yang jelas saat malam hari Marifah menyalakan lilin karena hendak salat malam. Karena penglihatannya sudah bermasalah, korban yang juga warga Dusun Pasirputih RT 16/05 Blok Wagir Muslim ini, tidak sadar bahwa api dari lilin itu nyaris merembet luas, bahkan sampai ke semua bagian ruangan rumah. "Ibu Marifah yang sudah lemes di dalam rumah saat api membesar, tapi beruntung ada yang lewat dan masuk menyelamatkannya," katanya.

Gofur menambahkan, akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 jutaan, dan sebagian ruangan yang lain terpaksa dirobohkan agar tidak merembet ke rumah lainnya. Atas kejadian itu, sebutnya, pemerintah desa awalnya akan menggalang dana untuk membantu perbaikan rumah Marifah, namun sejauh ini pihaknya masih menunggu anak-anaknya yang sedang melaut dan sudah berumah tangga. "Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 jutaan mah, seisi ruangan dirobohkan dan diratakan," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template