Munggahan Makan Bersama di Wisata Madang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Munggahan Makan Bersama di Wisata Madang

Munggahan Makan Bersama di Wisata Madang

Written By Admin Raka on Senin, 14 Mei 2018 | 14.00.00

PANGKALAN, RAKA - Tradisi munggahan setiap kali ramadan ternyata tidak cuma sebatas membawa makanan ke orang tua atau ziarah ke pemakaman sanak kerabat, tetapi bisa juga dilakukan dengan makan-makan bersama kerabat dan teman. Pemandangan ini yang tersaji di Objek Wisata Madang, Kecamatan Pangkalan, Minggu (13/5).

Puluhan pengunjung wisata itu secara berkelompok menikmati makan siang bersama di warung-warung di sekitar objek wisata di perbatasan Karawang - Purwakarta itu. Keruan saja hal inipun menjadi berkah bagi pemilik warung dan perahu pesiar di objek wisata yang menyajikan wisata danau itu. ”Pada masa munggahan ini pendapatan warung makan dan perahu pesiar bisa 2-3 kali lipat dari hari Sabtu-Minggu,” ujar Mamad (30) pemilik perahu wisata di Madang - Jatiluhur.

Hal senada disampaikan pemilik warung nasi dan ikan bakar, Herman, yang juga kebagian rezeki dari kebiasaan munggahan. Jika pada Sabtu dan Minggu pengunjung rata-rata menghasilkan Rp 300.000 sehari pada musim munggahan ini bisa mencapai Rp 600.000 - Rp 900.000 sehari. Selain juru parkir, puluhan warung makan yang menjajakan ikan bakar khas Bendungan Jatiluhur juga kebagian rezeki.

Objek Wisata Madang berada disisi Bendungan Jatiluhur yang menjajikan pemandagan alam dan danau. Selain memiliki panorama alam, danau seluas tiga kecamatan itu, di bagian barat memang menjadi perbatasan Kabupaten Karawang dan Purwakarta. Tanjung Jatiluhur inilah yang dijadikan tempat usaha bakar ikan dan istirahat wisatan. Hampir setiap Sabtu dan Minggu menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi. "Madang, dekat dengan perbatasan Kabupaten Karawang, sehingga batas itu menjadi tanjung yang sering dijadikan tempat istirahat. Bahkan di malam hari, menjadi lokasi mengasyikan untuk memancing, selain memiliki pemandangan yang indah," ucap Herman.

Sebenarnya, tradisi munggahan itu seperti sudah menjadi ritual rutin setahun sekali. Mereka dari berbagai kalangan, ada dari instansi, sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak. "Madang wilayah yang menjadi pusat konsentrasi masyarakat karena selain banyak tempat yang enak untuk berkumpul, juga kebanyakan mereka ingin makan bersama disertai bakar-bakar ikan khas Bendungan Jatiluhur," ujar Herman. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template