Kursi Kepala UPTD Pertanian Kotabaru Kosong - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kursi Kepala UPTD Pertanian Kotabaru Kosong

Kursi Kepala UPTD Pertanian Kotabaru Kosong

Written By Admin Raka on Sabtu, 05 Mei 2018 | 18.30.00

KOTABARU, RAKA - Pertanian merupakan salah satu ciri khas Karawang. Oleh karenanya perlu adanya keseriusan dari pemerintah dalam mengelola sektor pertanian.
Tapi bagaimana bisa mengoptimalkan program-program yang ada jika kepala UPTD-nya saja tidak ada. Seperti yang terjadi di Kotabaru, saat ini posisi kepala UPTD Pertaniannya mengalami kekosongan karena memasuki usia pansiun.
"Harus segera ada penggantinya. Karena untuk bisa mengendalikan sektor pertanian dengan baik maka pemerintah harus hadir di tengah-tengah petani," ujar tokoh masyarakat Kotabaru Yarhadi, kepada Radar Karawang, Jumat (4/5).
Terlebih, tambah Yarhadi, saat ini pemerintah pusat banyak mendorong sektor pertanian untuk bisa menciptakan ketahanan pangan. Sehingga sangat dibutuhkan seseorang yang bisa menyambungkan program-program tersebut kepada para petani. "Kepala UPTD Pertanian lah yang punya peran penting dalam mengomandoi pergerakan petan di level bawah," bebernya.
Saat ini salah satu program yang tengah ramai diperbincangkan para petani adalah soal penebusan pupuk subsidi dengan kartu tani. Sementara di Kabupaten Karawang sendiri masih belum 100 % kartu tani tersalurkan. "Program kartu tani sudah sejauh mana. Ini juga harus dipantau betul. Jangan sampai petani jadi korban nggak bisa nebus pupuk subsidi hanya karena pendistribusian kartu tani belum tuntas," ujarnya.
Berdasarkan pengakuan petani Kampung Krajan RT 02/02 Desa Wancimekar, Entoy (72), sebenarnya program kartu tani itu menguntungkan petani. Namun masih banyak petani yang kebingungan karena memang sosialisasi yang belum maksimal. "Emang ada manfaatnya kalau punya kartu tani, harga pupuk urea jadi murah soalnya sudah disubsudi," ujar Entoy.
Meski demikian, pemerintah masih harus bekerja keras untuk bisa meningkatkan kesejahteraan para petani. Karena harga perelatan pertanian masih sangat mahal, sementara hasil saat penen tidak seberapa. "Untuk sekarang keuntungan bertani itu tidak seberapa, soalnya modalnya mahal," katanya.
Dengan demikian, dia berharap, pemerintah daerah lebih memperhatikan para petani. Agar keuntungan yang didapatkan bisa sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, sehingga kesejahtraan petani bisa meningkat. "Saya harap, pemerintah bisa menurunkan harga kebutuhan bertani. Selain itu harga padi atau beras juga jangan sampai anjlok," pintanya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi mengaku terus melakukan pengawalan kepada para petani dengan program-program yang ada di Dinas Pertanian. "Kalo untuk Kepala UPTD yang pansiun cuman satu, UPTD Kotabaru saja. Itu akan dirangkap oleh Kepala UPTD terdekat sambil menunggu penggantinya," ujarnya. (zie/acu)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template