Kotabaru dan Cikampek Darurat Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kotabaru dan Cikampek Darurat Sampah

Kotabaru dan Cikampek Darurat Sampah

Written By Admin Raka on Rabu, 09 Mei 2018 | 13.30.00

KOTABARU, RAKA - Menjadi Kabupaten yang diserbu oleh kaum urban membuat Kabupaten Karawang menjadi kabupaten yang tidak lepas dari persoalan sosial. Salah satunya adalah persoalan sampah, bahkan di wilayah Cikampek dan Kotabaru, banyak lahan-lahan kososng yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) meski tanpa memiliki izin.

Kondisi tersebut membuat seharusnya menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah Karawang khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang. Terlebih di Cikampek dan Kotabaru semakin banyak perumahan yang dibangun.

"Harus menjadi perhatian khusus ini oleh pemda. Bahkan harus ada sanksi tegas kepada warga yang membuang sampah sembarangan," kata tokoh masyarakat Kotabaru Yarhadi, kepada Radar Karawang, Selasa (8/5).

Menurutnya, sampah-sampah liar itu tidak akan pernah ada jika pemerintah memberikan fasilitas yang cukup. Mulai dari adanya TPS resmi disetiap desa atau sudut jalan, sampai adanya armada yang mengangkut sampah-sampah tersebut dari TPS yang sudah disediakan. Bahkan langkah DLHK dengan menggandeng pihak swasta seharusnya bisa menjadi solusi atas persoalan sampah yang ada di Karawang khususnya Cikampek dan Kotabaru. "Kalau kontrak dengan pihak swasta terus armadanya tetep punya pemda. Sama saja bohong," tegasnya.

Karena, tambah Yarhadi, kehadiran swasta seharusnya menggunakan armada pribadi untuk lebih cepat membantu menyelesaikan persoalan sampah yang ada. Bukan malah menggunakan armada dengan rute yang sebelumnya juga sudah digarap oleh UPTD Kebersihan itu sendiri. "Jadi kalo kayak gitu, pihak swasta berarti numpang hidup dengan fasilitas yang ada di pemda," bebernya.
Dia juga menyampaikan, jika ingin menciptakan lingkungan yang bersih memang harus ada terobosan-terobosan baru yang dilakukan oleh DLHK Karawang. Meski menggandeng pihak swasta adalah terobosan baru, namun sejauh ini masih belum memberikan dampak yang signifikan akan kebersihan lingkungan. "Bukan cuman meningkatkan PAD saja, tapi harus dilihat juga asfek sosial dan lingkungannya," pintanya.

Lain dari itu dia menyampaikan, persoalan sampah juga bukan hanya persoalan DLHK, melainkan melibatkan dinas lain, seperti dinas kesehatan, berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena bagaimana bisa melakukan PHBS jika sampah saja berserakan dimana-mana. "Setiap dinaskan ada kepanjangan tangannya, coba fungsikan dengan benar. Agar permasalahan di tengah-tengah masyarakat bisa teratasi," pintanya.

Kabid Kebersihan DLHK Nevi Fatimah, pernah menyampaikan, DLHK Karawang menggandeng pihak ketiga untuk melakukan monitoring sampah di wilayah perkotaan Karawang dan kota kecamatan. Diharapkan melalui kerjasama itu kebocoran PAD dari sektor sampah bisa diminimalkan. "Kita kerjasama soal sampah dengan cara swastanisasi seperti di bandung. DLHK menyerahkan pengelolaan ke swasta untuk melakukan kajian penelitian dan patroli pengendalian sungai," ujarnya.
Kata Nevi, pengelolaan sampah sistemnya sekarang ini berbentuk evaluasi, monitoring dan teknik pelaksanaan kebersihan dilapangan. Sistem itu diberlakukan agar retribusi sampah bisa lebih maksimal sehingga bisa memicu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor sampah. "Kita sadari masih ada kebocoran PAD ditingkat bawah. Maka perlu bantuan pihak lain melakukan pemantau pengelolaan sampah. Sejauh ini hasilnya sudah membaik," ungkapnya.

Nevi juga memperingatkan pengelola sampah jangan ada sampah perumahaan yang di buang di TPS tetapi harus langsung dibuang ke TPA Jalupang. "Masih banyak terjadi pelanggaran karena itu kita mengingatkan. Apalagi sesuai perda no 9 tahun 2017 tentang pengelolaan sampah, jika membuang sampah sembarang akan di hukum 3 bulan penjara dan denda 30 juta," paparnya. (zie/apk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template