Korban Kebakaran Waluya Pasang Tenda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Korban Kebakaran Waluya Pasang Tenda

Korban Kebakaran Waluya Pasang Tenda

Written By Admin Raka on Rabu, 09 Mei 2018 | 16.00.00

KUTAWALUYA, RAKA- Sehari, dua kebakaran terjadi di wilayah utara Karawang, Senin (7/5). Pertama, kebakaran terjadi di Dusun Cikeris, Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, pukul 12.00 WIB. Sebanyak 3 rumah yang dihuni oleh 4 kepala keluarga ludes terbakar. Kedua, kebakaran terjadi di Desa Sumurlaban, Kecamatan Tirtajaya, sekitar pukul 19.00 WIB, sebanyak 2 rumah ludes di lahap si jago merah. Kejadian ini terjadi diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian ditaksir ratusan juta.

Menurut salah seorang saksi, Halam (43), kebakaran di Desa Waluya, terjadi pada pukul 12 siang, Senin (7/5), di duga akibat hubungan arus pendek hingga terjadi korsleting listrik. Diketahui, api merambat dengan cepat melahap bangunan tersebut hanya sekitar 30 menit saja. Selain bangunan rumah terbuat dari bahan yang mudah terbakar, juga diakibatkan kendaraan bermotor dengan kondisi tangki bahan bahan penuh. "Kalau penyebab pastinya tidak tahu, kayaknya karena korsleting listrik," ucapnya.

Sekretaris Desa Waluya, Sulaeman, pihaknya mengaku telah melaporkan musibah tersebut kepada pihak kecamatan, agar bisa membantu meringankan beban korban. Karena, korban kebakaran merupakan keluarga tidak mampu, dan hingga saat ini belum ada bantuan apapun dari dinas terkait. Dirinya berharap, dinas terkait dapat merespon dan membantu para korban kebakaran tersebut. "Saya harap ada perhatian dari intansi terkait atas kejadian tersebut," harapnya.

Dikatakannya, hingga saat ini para korban kebakaran di Dusun Cikeris, menyisakan kesedihan. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun para korban kebingunan untuk berteduh. Karena, tempat tinggal dan seluruh harta benda mulai sertifikat tanah, perhiasan hingga baju para korban ludes terbakar tanpa sisa. Para korban merupakan keluarga tidak mampu yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. "Saat ini para korban hanya sanggup tinggal di tenda darurat yang dibuat oleh para korban," kata sekdes.

Sedangkan menurut salah satu korban kebakaran, Minta (42), ia mengaku tidak mempunyai biaya untuk membangun kembali rumahnya karena keterbatasan ekonomi, yang mana dalam sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani. Ia mengaku setelah terbakarnya bangunan rumahnya, ia tinggal bersama korban lainnya di tenda darurat dekat lokasi kejadian. "Gak ada lagi tempat tinggal, terpaksa bikin tenda sindiri. Mau membangun pun harus ada uang," keluhnya.

Sedangkan menurut korban lainya, Irut, ia mengaku tidak sanggup membangun kembali rumahnya yang telah terbakar, karena ia hanya sebagai buruh serabutan. Di mana penghasilan sehari-hari hanya sanggup untuk makan. Ia berharap kepada Pemkab Karawang dan para donatur untuk dapat membangunkan kembali rumahnya tersebut. "Sekarang kita berharap kepada pemerintah untuk membantu kekurangan kita," ungkapnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template