Komisi Belajar Kependudukan ke Subang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komisi Belajar Kependudukan ke Subang

Komisi Belajar Kependudukan ke Subang

Written By Admin Raka on Minggu, 27 Mei 2018 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Rombongan Komisi A DPRD Karawang bertolak ke Kabupaten Subang, Jumat pagi (25/5) untuk belajar pemutakhiran data kependudukan. Kabupaten ini dinilai sudah lebih maju dalam hal pengelolaan dataa kependudukannya dibanding Karawang. 

Anggota Komisi A DPRD Karawang, Deden Rahmat mengatakan, pihaknya bersama rombongan mengunjungi Kantor Disdukcapil Subang. Disana, ia dan rombongan belajar Pemutakhiran data kependudukan, utamanya yang terkait laporan data kematian. Sebab, di Subang dan di Purwakarta ada insentif khusus dana kematian, secara otomatis dari desa selalu melaporkan data kematian tiap desa. Sehingga data tersebut validasinya akurat. "Kita rapat dan mengunjungi Disdukcapil Subang terkait pemutakhiran data kependudukan," kata Dewan asal Lemahabang ini.

Wakil Ketua DPRD Karawang Indriyani ST mengatakan, di Subang saat ini, Pemkabnya sedang berupaya menggenjot kesadaran masyarakat dalam hal pembuatan akta kematian, bahkan Sampai April terdata sudah sampai menerbitkan sekitar 2.400 akta kematian. Jadi sebut Indri, laporan kecamatan ke dinas tidak hanya angka kematiannya saja,  melainkan dilampirkan identitas warga yang meninggal. Karena, dengan program akta kematian ini diharapkan pemutakhiran data penduduk lebih valid, apalagi di Subang ini Pemkabnya berencana akan mengalokasikan anggaran pembuatan KIA di APBD perubahan. "Tahapan penerbitan KIA sudah dimulai dengan sosialisasi dan bekerja sama ke sekolah-sekolah mengisi formulir pembuatan KIA," katanya.

Lebih jauh Dewan Partai Nasdem ini menambahkan, semua pembelajaran itu diharapkan bisa memicu Disdukcatpil Karawang dalam pemutakhiran data kependudukan bisa lebih aktif dan jemput bola. Karena permasalahan kependudukan yang paling dasar adalah administrasi pencatatan kependudukan. Disisi lain, Data base kependudukan karawang sendiri harusnya sering dilakukan update dari yang paling bawah.

Untuk itu bisa dilakukan mulai tingkat desa aktif melaporkan perubahan pencatatan warganya. Seperti yang terjadi pada data pemilih untuk pilkada ini, seharusnya sambung Indri, sebelum ada perselisihan data catpil berencana target perekaman selesai di tahun 2017, akan tetapi langkah-langkah pelayanan kenyataannya tidak seoptimal dengan arget yang akan dicapai. Barulah ketika terjadi permasalahan melakukan pelayanan, sampai hari minggu sekalipun undangan kepada warga yang  belum melakukan perekaman ditindaklanjuti. "Ketika pemutakhiran data dan target kerja perekaman dioptimalkan diawal, angka perselisihan data sebenarnya bisa diminimalisir," ucapnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template