Ketika Siswa Paket C Menjawab Soal UNBK - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketika Siswa Paket C Menjawab Soal UNBK

Ketika Siswa Paket C Menjawab Soal UNBK

Written By Admin Raka on Rabu, 02 Mei 2018 | 12.45.00

Demi Ijazah SMA, Darsih Ujian Sambil Ngasuh

TEMPURAN, RAKA - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Paket C berakhir Senin (30/4). Para siswa warga belajar kesetaraan SMA tersebut berburu ijazah tanpa kenal usia dan status sosial, setelah sebelumnya putus sekolah.

Semangat itu nampak dari seorang ibu yang menjadi siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Huda Purwajaya, Darsih, yang rela menuntaskan UNBK 4 hari terakhir di SMAN 1 Tempuran. Tanpa canggung, anak semata wayangnya dibawa masuk ruangan laboratorium setiap hari selama 4 jam, untuk mendampingi ibunya mengisi soal di depan monitor komputer.

Ibu dari suami yang bermata pencaharian sebagai buruh tani ini mengaku, dirinya berhenti sekolah saat SD karena faktor ekonomi. Karenanya, sebelum mengikuti Paket C, dia terlebih dahulu ikuti program Paket B setara SMP. Tujuannya tidak lain adalah ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, disamping suaminya yang sebagai seorang buruh tani. "Setiap hari saya gendong ikut saya UNBK, di ruangan juga masuk dan gak mau lepas," katanya kepada Radar Karawang.

Sesekali lanjut Darsih yang juga warga  Dusun Pangartitan RT 10/05 Desa Pagadungan, ini terganggu anaknya yang merengek ingin pulang saat mengerjakan soal UNBK. Maklum saja, setiap hari dia dan anaknya harus habiskan waktu 4 jam menuntaskan UNBK ini. Dia juga tidak ingin ada susulan, sebab setelah lulus ingin punya ijazah dan melamar kerja. "Ya gak ganggu monitor sih, cuma sesekali merengek ingin pulang. Tapi Alhamdulillah tuntas," katanya.

Berburu ijazah paket juga dilakoni salah seorang kepala desa di Tempuran, Kenji (55). Kades Lemahsubur ini sudah dua kali ikut program paket. Selain Paket B yang setara SMP hingga mengantarkannya lolos jadi kades, saat ini dia ikut serta lagi UNBK Paket C di PKBM Nurul Huda. Ia mengaku sama sekali tidak malu ikut sekolah paket, karena hak dan fungsinya sama saja seperti sekolah formal. Bahkan saat daftar kades, dirinya juga menggunakan ijazah paket bantuan sebagai syarat. "Saya ingin terus berpendidikan walaupun tak lagi muda. Saya juga bisa memotivasi masyarakat termasuk perangkat desa yang masih putus sekolah, agar masuk PKBM dan bersekolah di Paket C. Karena saya sudah membuktikan manfaatnya," tuturnya.

Pengelola PKBM Nurul Huda Dasir megatakan, tidak ada aturan khusus bagi peserta UNBK Paket melarang anak masuk ruangan kelas, karena ibunya jadi peserta UNBK. Begitupun batasan usia dan profesi apapun. Baginya, UNBK penting dilaksanakan dan diikuti semua peserta agar kelulusan dan ijazahnya bisa untuk keperluan kerja, dan masuk ke perguruan tinggi. Sebab tak sedikit lulusan

PKBM juga yang jadi PNS, kades, anggota DPRD dan pengusaha lainnya. Untuk saat ini sebut Dasir, UNBK dilaksanakan di SMA, namun tahun depan pihaknya berencana untuk menggelar mandiri di 15 PKBM Paket C yang sudah terakreditasi. Sebab forum sudah mengajukan ke provinsi melalui badan koordinator wilayah (Bakorwil). "Semoga bisa terealisasi, karena jumlah yang diajukan sebanyak 300 unit komputer. Dengan akses lebih dekat, setidaknya warga belajar paket bisa lebih dekat jaraknya untuk mengisi soal UNBK," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template