Kembang Kol Pasar Induk Bekasi dari Telagasari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kembang Kol Pasar Induk Bekasi dari Telagasari

Kembang Kol Pasar Induk Bekasi dari Telagasari

Written By Admin Raka on Sabtu, 26 Mei 2018 | 18.45.00

TELAGASARI, RAKA - Hektaran lahan sayuran kembang kol di Dusun Tegalega, Desa Linggarsari sedang memasuki masa panen tiga hari terakhir. Tanaman dengan usia 50 hari tersebut dibanderol Rp 5000/kg. Bahkan, kembang kol segar tersebut langsung diangkut ke Pasar Kramat Jati dan Pasar Induk.

Petani kembang kol Rohman mengatakan pihaknya panen kembang kol 10 hari sebelum masa panen semestinya. Sebab cuaca ekstrem akhir-akhir ini dikhawatir akan merusak tanaman selain serangan hama saat kembang sudah stabil dan baik kualitasnya. Meskipun 50 hari tanam dan langsung panen namun pesanan dari pasar Kramatjati dan Pasar Induk Bekasi cukup tinggi. "Panen kali ini cukup baik karena cuacanya panas selama sebulan terakhir," katanya.

Rohman menambahkan, selain kembang kol, kacang panjang dan terong juga jadi andalan di Desa Linggarsari yang memasuki masa panen. Hasilnya, dua komoditas ini sama-sama diangkut ke Pasar Induk Bekasi. Ada yang datang sendiri, ada yang diantar melalui mobil Pick up dengan pembayaran tunai. Pihaknya merasa terbantu dengan sayuran yang ditanam di areal pesawahan saat jeda paska panen, karena walaupun semula sebagai tambahan alternatif saat libur tanam padi, malah justru hasilnya kadang lebih menguntungkan dibandingkan tanam padi.

Kalau menanam padi, sebut Rohman lebih sering gagal tanam karena banjir atau gagal panen karena hama ditengah modal yang membengkak besar untuk pengendaliannya. Namun bercocok tanam sayuran, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat untuk perawatan. Apalagi masa tanamnya lebih singkat, sehingga keuntungannya sangat dirasakan, apalagi tengkulak sayuran ini jarang ada. "Kalau dulu tanam sayuran jadi alternatif, tapi kok hasilnya lebih untung dari padi. Makanya sekarang lahan tanamnya diperluas supaya untungnya juga lebih besar," ujarnya.

Eva Lady Mustika, penyuluh Pertanian Kecamatan Telagasari mengatakan, memanfaatkan lahan sawah pasca panen itu bukan perkara mudah, apalagi kondisi sawah yang tak lama di panen kemudian pengairan basah lagi. Namun, para petani di Dusun Tegalega, memanfaatkan sawah sebagiannya untuk tanam sayuran, walaupun lahan lainnya sudah memasuki masa tanam padi. Hasilnya, diakui Eva, menjadi usaha tani yang menguntungkan, karena ragam sayurannya ini jarang gagal saat panen. "Perawatan lebih hemat dan hasilnya memang menguntungkan, ini sangat baik untuk usaha tani," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template