Kajian Ramadan Disdik Soroti Aksi Bom Bunuh Diri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kajian Ramadan Disdik Soroti Aksi Bom Bunuh Diri

Kajian Ramadan Disdik Soroti Aksi Bom Bunuh Diri

Written By Admin Raka on Kamis, 24 Mei 2018 | 13.15.00

PURWAKARTA, RAKA - Agenda amaliah Ramadan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta berlanjut, Rabu (23/5) siang, kajian Islam bertema Muslim, Mu'min dan Kafir dalam Perspektif Islam digelar di Masjid Disdik Purwakarta. Tampil sebagai penceramah, Ustadz Rukandi. Sementara, Kepala Bidang (Kabid) PAUD - Dikmas, Kodar Solihat bertindak sebagai pemandu diskusi pada kajian Majelis Linuhung Disdik Purwakarta.

Dalam paparan pembuka kajian, Kodar menuturkan, bahwa pemilihan tema kajian dilatari fenomena yang terjadi pada situasi kekinian. Dia merujuk tragedi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, belum lama ini. "Mereka mengatas-namakan aksinya itu sebagai jihad. Dan mereka menganggap sasarannya sebagai orang-orang kafir. Jadi, sebetulnya bagaimana yang disebut Muslim, Mu'min dan Kafir sebetulnya?" katanya.

Ustadz Rukandi mengulas tema kajian. Kafir, terangnya, berasal dari bahasa arab kafara yang secara harfiah berarti orang-orang yang menutup dari kebenaran Islam. "Istilah kafir sebetulnya adalah bahasa yang sangat lembut. Bukan bahasa kasar. Sebab, kaum Quraisy menerima istilah itu dengan lapang dada, karena memang mereka mengakui menutup diri dari kebenaran Islam," runutnya.
Ustadz Rukandi menggaris-bawahi, fenomena mengkafirkan orang lain yang seringkali muncul dalam kehidupan sosial saat ini. Dalam perspektif Islam, jelasnya, ada ketentuan dari Allah SWT yang melarang seorang muslim untuk mengkafirkan muslim lain. "Ada ayat dalam Alquran yang menyatakan larangan mengkafirkan orang lain. Sebab, jika tuduhannya tidak terbukti, maka dia sendirilah yang kafir," ujarnya.

Untuk itu, sambungnya lagi, ketimbang mengkafirkan orang, hal yang jauh lebih baik adalah meningkatkan keimanan pribadi. Termasuk, mengingatkan orang-orang sekitar untuk juga meningkatkan keimanannya. Sebab, singgungnya, banyak masalah terkait keimanan yang terjadi di sekitar kita. "Contohnya, di lingkungan saya, banyak anak muda yang terjebak minuman keras (Miras) oplosan. Ini masalah keimanan dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengingatkan mereka," serunya.(ris)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template