Kades Tegalsari Ditahan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Tegalsari Ditahan

Kades Tegalsari Ditahan

Written By Admin Raka on Selasa, 22 Mei 2018 | 12.00.00

Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Sawah

CILAMAYA WETAN, RAKA - Diduga tersangkut kasus utang piutang dan penipuan jual beli tanah sawah, Kades Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan, Nana Suryana ditahan Polres Karawang dua minggu terakhir.

Pegawai Desa Tegalsari, Ijeng mengatakan, sudah lebih dari dua minggu Pemerintahan Desa Tegalsari tanpa kepala desa, sebab yang bersangkutan ditahan di Polres Karawang setelah dilaporkan pihak yang diduga telah ditipu soal utang piutang. "Statusnya masih titipan tahanan di polres, karena belum jatuh vonis," ungkapnya kepada Radar Karawang, Senin (21/5).

Ia melanjutkan, penunjukan pelaksana tugas (plt) kades maupun pejabat sementara masih belum ada arahan lebih lanjut. Karenanya, selama ditahan, proses hukum masih akan berlangsung. Kini dia bersama perangkat desa lainnya masih tetap normal bekerja melayani masyarakat. "Ditahan, tapi titipan di Polres Karawang belum disidangkan. Urusan pribadi sih, bukan sangkut paut dengan pemerintahan," katanya.

Kasie Pemerintahan Kecamatan Cilamaya Wetan Nurhasan mengatakan, Kades Tegalsari ditahan dengan dugaan kasus utang piutang, yaitu gadai dan jual beli sawah yang diduga terjadi praktek penipuan. Kejadian penahannya terjadi sejak dua minggu ke belakang. Namun yang jelas apa yang menjerat Kades Nana, murni urusan pribadi diluar kendalinya sebagai kepala desa. "Tidak menyalahgunakan jabatannya atau korupsi dana transfer desa," ujarnya.

Meskipun proses hukumnya masih berlanjut, kata Nurhasan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang dan Kabag Hukum kaitan status pemerintahan desa di Tegalsari. "Terlepas apakah nanti akan Plh, Plt, atau Pjs semuanya tergantung arahan dari dinas seperti apa. Karena yang dikirim itu adalah surat permohonan petunjuk teknis, bukan surat pengajuan Plt dan Plh atau Pjs," ungkapnya.

Dalam surat itu katanya, ada poin-poin kronologis atas ditahannya Kades Tegalsari, sambil meminta petunjuk lebih lanjut kepada pemkab. Sebab, Kades Nana akan berakhir jabatannya pada tahun ini dan akan menggelar pilkades. "Kita sudah ajukan surat permohonan petunjuk, bukan ajuan Plt atau Plh," katanya.

Selama ditinggal kades, diakuinya akan ada beberapa hambatan jika statusnya masih belum ada kejelasan. Soal ajuan bantuan dan penandatangan layanan dan lainnya. Walaupun beberapa pelayanan masih ada yang bisa dihandel oleh sekdes sebagai pelaksana harian sementara. "Ya mungkin beberapa agak terhambat," katanya.

Camat Cilamaya Wetan Hamdani menuturkan, Kades Nana ditahan karena urusan pribadi. Dia memastikan pemerintahan desa dan pelayanan stabil. Begitupun soal kepastian status, dia mendapatkan kabar minggu ini Kades Nana akan disidangkan, sehingga nanti akan jelas vonis untuk kemudian menindaklanjuti keberlangsungan Pemerintahan desanya. "Mulai disidangkan minggu ini sih, ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut. Kita pastikan pemerintahan desa tetap aman dan stabil," katanya.

Pada awal periode pemerintahanya, tahun 2014, Kades Nana sempat terbelit perkara yang membuatnya mendekam di lembaga pemasyarakatan dengan tuduhan manipulasi bantuan rehabilitasi kantor desa dari Pemprov Jawa Barat. Namun pada saat itu dia dibebaskan karena dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan korupsi sebagai mana yang didakwakan di muka pengadilan. Nana pun kembali menjabat kepala desa. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template