Jembatan Tanggul Cilamaya Nyaris Patah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Tanggul Cilamaya Nyaris Patah

Jembatan Tanggul Cilamaya Nyaris Patah

Written By Admin Raka on Senin, 14 Mei 2018 | 18.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Dusun Baraha, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetanm terancam terisolasi menyusul ancaman terputusnya jembatan tanggul Cilamaya karena patah akibat longsor yang terjadi dibawah badan jembatan.

Data lapangan yang dihimpun Radar Karawang, tanggul Cilamaya sudah beberapa kali dibangun secara manual hingga terakhir dilakukan betonisasi. Namun, itupun tidak menjamin jembatan itu bertahan lama. Buktinya sekarang, jalan setapak hasil ADD tahun 2017 itu diambang patah. Karenanya, untuk menghindari terjadinya korban warga sengaja menutup jembatan dengan menggunakan bambu.

Kaur Trantib Desa Cilamaya Wahyu mengatakan titik rawan bencana di Dusun Baraha  RT 006/003 Desa Cilamaya diketahui berkat laporan masyarakat adanya longsor di bawah jembatan akibat abrasi Sungai Cilamaya. "Longsoran tanggul penahan sudah menggerus persis dibawah jalan coran dengan lebar tiga meter dan kedalaman kesamping sekitar  50 centimeter," ucap Wahyu.

Dikatakan Wahyu, kondisinya memang tidak hujan dan tidak banjir tetapi saat ini yang dikhawatirkan bukan lagi air meluap melainkan tanggul jebol. "Kondisinya nanti air bukan meluap, tapi jebol karena terus terkikis," katanya.

Wahyu menambahkan yang terkikis tersebut adalah jalan setapak hasil realisasi ADD tahun 2017 dengan lebar jalan sekitar 1,5 meter, tinggi 10 centimeter dan panjangnya 250 meter. Bahkan, khawatir membahayakan jika masih dilalui, maka jalanan itu sementara tidak difungsikan dahulu karena mengancam keselamatan yang melintas. "Jalanan itu dari ADD tahun kemarin, ya karena abrasinya 4 meter, semakin tergerus kondisinya," ungkapnya.

Kades Cilamaya, Kuswandi mengatakan, terusan tanggul yang semakin menyentuh daratan kali itu akibat kali Cilamaya banjir terus setiap musim penghujan, terlebih Posisi jalanan tersebut di pinggir Kali Cilamaya. Untuk itu, ia berharap, pengadaan tanggul maksimal oleh Balai Besar Wilaya Sungai (BBWS). Sebab, jika terus-terusan mengandalkan tanggul manual, tidak akan pernah beres. "Mestinya pekerjaan BBWS, sebab kalau pakai manual hasilnya tidak bakalan maksimal," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template