Jelang PPDB, Pemohon SKTM Membludak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jelang PPDB, Pemohon SKTM Membludak

Jelang PPDB, Pemohon SKTM Membludak

Written By Admin Raka on Rabu, 30 Mei 2018 | 14.30.00

KLARI, RAKA - Menjelang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) sejumlah masyarakat mendadak memenuhi kantor desa di wilayah Kecamatan Klari. Bukan untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen semacamnya, namun mereka datang untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai salah satu persyaratan di sekolah.

Enin (34), warga Dusun Kosambi 2 Desa Duren, Kecamatan Klari misalnya, sudah mengajukan surat keterangan tidak mampu untuk bisa memudahkan anak kesayangannya melanjutkan sekolah ke sekolah yang diinginkan. Dengan surat tersebut setidaknya bisa mengurangi beban biaya pendidikan anaknya itu. "Harus pake SKTM biar nggak terlalu besar biaya sekolahnya nanti," ucapnya.

Menurutnya, selain bisa mengurangi beban biaya sekolah, siapa sangka dengan adanya SKTM bisa menjadi salah satu kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang diinginkan. Sebab, ada beberapa cara yang bisa ditempuh seperti jalur prestasi, jalur akademis, serta jalur keluarga tidak mampu. "Kalau anak saya tidak masuk di dua jalur itu kan bisa masuk lewat jalur keluarga tidak mampu," ungkapnya.

Bagi dia, kebahagiaan keluarga adalah ketika melihat putra-putri kesayangannya bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang mereka inginkan. Maka tak heran jika saat ini banyak keluarga yang rela meluangkan waktunya untuk membantu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk sekolah. "Kalau bikin sendiri malu jadi harus dianter sama orangtuanya buat SKTM ke desa," ucapnya.

Sementara Kasi Pemerintahan Desa Duren, Lili Sukarli menjelaskan, dengan aturan dari Kementrian Sosial yang baru, semua yang memiliki jaminan kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau kartu sakti lainnya harus dibuatkan juga SKTM sebagai salah satu keabsahan dari desa. "Jadi bukan hanya untuk masuk sekolah saja pembuatan SKTM ini tidak sembarangan harus melalui desa, setiap hari lebih dari 20 masyarakat yang membuat SKTM ke desa," jelasnya.

Meski sudah memasuki pendaftaran peserta didik baru, pembuatan kartu tersebut masih tinggi di Desa Duren khusunya. Karena masih banyak keluarga yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhannya. "Meski sudah banyak industri di Karawang keinginan masyarakat untuk menjadi keluarga tidak mampu masih sangat tinggi," terangnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template