Honorer K2 Ikut Demo Buruh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , , , » Honorer K2 Ikut Demo Buruh

Honorer K2 Ikut Demo Buruh

Written By Admin Raka on Rabu, 02 Mei 2018 | 12.00.00

Bentangkan Spanduk #GantiHonorerjadiPNS

KARAWANG, RAKA - Aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, ternyata diikuti juga oleh Forum Tenaga Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Kabupaten Karawang.
Mereka yang berangkat 60 orang menggunakan satu bus sejak Selasa (1/5) dini hari, tidak kalah semangat dengan para buruh pabrik. Teriakan mereka menyuarakan pengangkatan CPNS juga tidak kalah lantangnya. Bermodalkan mobil komando lengkap dengan pengeras suara dan spanduk bertagar #Ganti Honorer jadi PNS, mereka ungkapkan tuntutan yang sudah menahun tidak kunjung dikabulkan pemerintah. Yaitu, angkat honorer kategori dua jadi CPNS tanpa tes.

Sekretaris FHK2I Karawang Novi Purnama mengatakan, peringatan Hari Buruh Internasional yang dikenal dengan May Day, dimanfaatkan untuk aksi ke Jakarta bersama koordinator kecamatan dan koordinator masing-masing dinas se-Karawang yang berangkat sedari pagi buta. "Tuntutannya tetap sama, yaitu honorer K2 jadi PNS," ujarnya kepada Radar Karawang.

Namun kata NOvi, upaya itu terus gagal. Maka satu-satunya cara agar bisa diangkat jadi CPNS adalah DPR RI merevisi UU ASN. Sebab, data yang dimilikinya, para honore K2 di Karawang yang masih menunggui diangkat jadi CPNS jumlahnya mencapai 2.196 orang, belum termasuk yang non kategori. "Jumlah itu terus menyusut. Karena beberapa hal, diantaranya ada yang mundur setiap tahun, bahkan sampai meninggal dunia," ujarnya.

Kabid Pengadaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang Ahmad Taopik mengatakan, pihaknya tidak mengenal istilah kategori bagi para honorer tapi non PNS. Dari hasil monitoring selama ini sebutnya, jumlah honorer di Karawang ada 10.800 orang yang tersebar di seluruh OPD, dan sekitar 6.350 ada di komunitas pendidikan. Soal kesejahteraannya, Opik mengakui pasti ada perbedaan jumlah nominalnya. Karena mereka diangkat berdasarkan program atau kegiatan di masing-masing OPD dan anggarannya bervariasi. "Angka honorer setiap tahun menyusut antara 5-10 persen, karena selain ada yang diangkat jadi CPNS, juga tak sedikit yang mengundurkan diri bahkan meminggal," tuturnya.

Sekretaris BKPSDM Abbas Sudrajat mengatakan, honorer relatif berkurang. Sejak munculnya PP 48 sudah tidak lagi diperbolehkan mengangkat honorer. Bahkan BKD sampai saat ini juga tidak memberikan rekomendasi untuk merekrut tenaga non PNS. Namun karena kebutuhan tenaga yang dirasa kurang oleh OPD, akhirnya mereka merekrut tenaga non PNS dengan pola Tenaga Harian Lepas (THL). "Dalam kontrak kerja sudah dibatasi tidak menuntut status. Dan masa berlakunya sesuai lamanya kegiatan yang dievaluasi setiap tahun," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template