Honor Telat Aparat Desa Ngeluh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Honor Telat Aparat Desa Ngeluh

Honor Telat Aparat Desa Ngeluh

Written By Admin Raka on Selasa, 08 Mei 2018 | 12.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Lima bulan lamanya, para perangkat desa di Amansari tidak kunjung menerima honor. Kenaikan honor yang sebelumnya dijanjikan pun belum pasti terealisasi. Karena untuk honor yang biasa diterima setiap tiga bulan sekali pun tak kunjung turun. Sedangkan kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan administrasi desa tak bisa terhindarkan. Secara tidak langsung, kelambatan turunnya honor saat ini menurunkan semangat kerja perangkat desa dalam menyusun berbagai kebutuhan administrasi.

Sekretaris Desa Amansari Junita mengatakan, di samping kebutuhan pribadi yang menggunung karena menjelang bulan Ramadan, kebutuhan kelengkapan administrasi desa pun hingga saat ini tidak ada hentinya. Karena untuk memenuhi berbagai kebutuhan, dan kegiatan desa yang harus tetap berjalan sesuai dengan perencanaan sebelumnya. "Udah pada bokek banget. Apalagi kita di posisi sekdes yang kesehariannya tidak jauh dengan kelengkapan administrasi," katanya kepada Radar Karawang di kantor desanya, Senin (7/5) kemarin.

Menurutnya, kelambatan turunnya honor perangkat desa bisa menurunkan kinerja para perangkat desa. Pasalnya, sudah lima bulan berjalan perangkat desa belum bisa menerima honor. Padahal mereka sangat membutuhkannya. Disamping kerja keras para perangkat desa, tentunya kesejahteraannya pun harus diperhatikan. "Jangan sampai para aparat desa yang setiap hari tidak jauh dari berbagai keluhan masyarakat, malah dinomor sekiankan oleh pemerintah," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua RT 10 Dusun Krajan Timur, Dodi mengaku sangat membutuhkan honor tersebut untuk memnuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Karena usaha yang dia geluti saat ini tak kunjung menghasilkan laba. "Usaha udah susah dapet uang. Saya juga bingung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kali ini hanya menunggu turunnya honor saja," ungkapnya.

Dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, agar segera menurunkan honor yang seharusnya sudah bisa diterima sejak 2 bulan kemarin. Dirinya pun mengamini atas kenaikan honor yang sebelumnya sempat diumumkan. "Tapi untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tentunya butuh dana secepatnya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Karawang Alek Sukardi mengatakan, seharusnya semua instrumen pemerintah daerah mempersiapkan semua yang berkaitan dengan penghasilan kepala desa dan perangkatnya. "Bayangkan kalau PNS atau pekerja PT yang gak keluar gajinya selama lima bulan. Bagaimana coba reaksi mereka? Tapi kita-kita kan gak pernah melakukan aksi, tapi seharusnya mereka lebih memperhatikan hal ini," ungkapnya.

Ia melanjutkan, rencana yang baik berawal dari kepala desa yang harus terbiasa menyelesaikan surat pertanggungjawaban tahun berjalan sebelum tanggal 30 Desember, dan kesiapan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) merumuskan dan mengusulkan pada bupati, hal-hal yang berkaitan dengan desa yang bersumber dari APBD kabupaten, alokasi dana desa, dana bagi hasil, sehingga pada bulan Maret sudah siap semua. "Dan bulan empat (April) itu sudah harus cair ADD. Hal-hal yang sifatnya berkaitan dengan perut agar dapat didahulukan pencairannya. masa dana desa bisa cair di awal, kok ADD tidak. Berarti ada yang tidak siap secara teknis dong," ujarnya. (rok)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template