Harga Rajungan Tembus 95 Ribu per Kilogram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Rajungan Tembus 95 Ribu per Kilogram

Harga Rajungan Tembus 95 Ribu per Kilogram

Written By Admin Raka on Jumat, 25 Mei 2018 | 15.30.00

PEDES, RAKA- Sudah satu bulan terakhir nelayan merasakan kenaikan harga rajungan yang mencapai 4 kali lipat. Jika sebelumnya nelayan menjual harga rajungan Rp 24 ribu perkilogram, saat ini harga rajungan mencapai Rp 95 ribu perkilogram. Kenaikan ini diduga setelah para importir rajungan nakal terbongkar.

Dikatakan ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), Wanusuki, harga rajungan yang sebelumnya dinilai sangat rendah dan merugikan nelayan, akibat adanya importir rajungan yang nakal. Rajungan dipotong menjadi beberapa bagian oleh importir nakal dan diselipkan bersama tahu atau tempe. Jelas saja harga rajungan menjadi merosot drastis. "Kalau saat ini informasinya importir yang membawa rajungan diselipkan ke tempe dan tahu itu sudah diblacklist atau ketauanlah, makanya harga rajungan kembali meroket," jelasnya, kepada Radar Karawang.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah lama terjadi, maka tidak aneh jika harga rajungan selalu di bawah standar. Namun kali ini nelayan bisa tersenyum lebar, karena harga tinggi yang mereka harapkan bisa terlaksana dan bisa dirasakan langsung. Di samping itu, bagi nelayan yang terfokus mencari rajungan, diuntungkan dengan pengeluaran modal yang dinilai rendah. Karena satu perahu bisa diisi oleh 4 nelayan dengan masing-masing membawa jaringnya. "Jadi untuk ongkos solar kan bisa patungan dibagi empat, sedangkan jaring mereka bawa sendiri. Kalau dapat 5 kilo aja udah untung mereka," katanya.

Selain harganya yang relatif tinggi, di musim seperti ini sedang adanya rob, rajungan di nilai sedang banyak-banyaknya. Jadi keuntungan nelayan rajungan saat ini sedang melimpah.

Salah satu nelayan Sungaibuntu, Warna (34), menuturkan, saat ini nelayan Sungaibuntu yang mayoritas menjaring udang dan rajungan memang sedang diuntungkan dengan harga rajungan yang relatif tinggi. Dalam satu kali berangkat melaut, jumlah rajungan yang ia dapatkan tidak tentu banyaknya. Mulai dari 2-5 kilo gram. Dengan harga yang tinggi, jumlah tersebut di nilai sudah menguntungkan. "Lumayan lah kalau untuk biaya sehari-hari," ujarnya.

Dirinya mengaku sangat ingin mendapatkan rajungan yang lebih banyak, namun hingga saat ini alat tangkap rajungan berupa jaring yang biasa ia dan nelayan lain pakai melaut masih tradisional. "Jadi masih belum banyak yang bisa kami dapatkan," ungkapnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template