Harga Gabah Rendah Petani Kalangsuria Mengeluh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Gabah Rendah Petani Kalangsuria Mengeluh

Harga Gabah Rendah Petani Kalangsuria Mengeluh

Written By Admin Raka on Sabtu, 19 Mei 2018 | 16.45.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Saat panen tiba, petani Dusun Gambarsari, Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok sangat menyayangkan dengan anjloknya harga padi. Hingga saat ini harga jual padi mencapai harga Rp 3800-4100 perkilogram. Padahal, kualitas padi petani saat ini dinilai cukup bagus dengan kondisi berisi dan padi kering.

Dikatakan salah satu petani setemmpat, Radi (46), kondisi harga padi yang mencapai harga Rp 3800 dinilai sangat merugikan para petani. Bukan persoalan padi yang jelek, justru mulai dari fisik padi hingga berat yang dihasilkan dinilai cukup layak jika dihargakan lebih tinggi. Karena keadaannya yang bagus dan kering. “Kalau padi jelek dan buluk dan basah, saya tidak penasaran, ini mah padi bagus dan kering kok masih murah,” keluhnya, kepada Radar Karawang.

Dirinya mengaku sangat kecewa dengan harga padi saat ini. Masalahnya, dari awal tanam, dirinya harus berjibaku dengan keberadaan hama yang menyerang sehingga harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak, karena memaksa sebagian besar petani harus menanam 2 kali. Dan ketika panen, bukan untung yang ia dapat, justru harga padi merosot jauh dari harga yang ia harapkan.

Saat ini ia mengaku bingung entah kepada siapa harus mengadu, dan keadaan petani terus dihimpit dengan berbagai persoalan. Adapun keberadaan area pesawahan yang terus berkurang dengan banyaknya pertumbuhan penduduk dan bangunan di nilai sangat wajar. Karena, petaninya pun tidak mendapatkan hak yang layak dan selalu didiskriminasi dengan keadaan. Bukan hanya alam yang tidak mendukung, ia menilai pemerintahnya pun kurang mendukung keadaan petani. “Saya harap pemerintah bisa membantu para petani ketika sedang dalam keadaan seperti ini, agar semangat bertani bisa terus tumbuh,” katanya.

Hal senada dikatakan petani lainnya, Rasim (44), harga padi yang rendah tentu saja merugikan petani. Karena tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan saat bertanam. Mulai dai pengolahan tanah, tanam benih, tandur dan lainnya yang memerlukan banyak keluar modal. Tapi, ketika masa panen tiba, harga jual  padi malah di bawah standar. Ia berharap kepada pemerintah agar kestabilan harga jual padi bisa di atur dengan baik, dan bisa berpihak kepada para petani. “Mungkin kalau pemerintah bisa ikut mengatur harga padi bisa di sesuaikan dengan keinginan para petani,” katanya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template