Guru Ngaji PNS tak Dapat Honor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru Ngaji PNS tak Dapat Honor

Guru Ngaji PNS tak Dapat Honor

Written By Admin Raka on Rabu, 23 Mei 2018 | 15.00.00

PURWASARI, RAKA - Bagi guru ngaji yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau memiliki pekerjaan tetap jangan harap mendapatkan bantuan honor dari pemerintahd aerah. Pasalnya bantuan dana hibah bidang keagamaan yang berasal dari APBD Karawang itu diperuntukan guru ngaji non PNS dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasi Kesos Kecamatan Purwasari, Syarifah Lenny, tahun ini tercatat ada sebanyak 200 guru ngaji serta 222 amil di wilayah Kecamatan Purwasari yang akan mendapatkan bantuan hibah tersebut. "Guru ngaji maupun amil yang berstatus PNS dan memiliki penghasilan tetap tidak akan mendapatkan bantuan," tegasnya.

Sampai saat ini kata dia, belum ada data jumlah guru ngaji maupun amil yang disarankan langsung oleh masing-masing desa. Padahal desa yang memiliki kebijakan atas penunjukan guru ngaji yang akan mendapatkan bantuan tersebut. "Belum, masih dalam tahap penyesuaian data dari desa, kita juga masih menunggu dari masing-masing desa, takutnya nanti ada yang salah," ungkapnya.

Selain guru ngaji dan amil, honor untuk guru DTA serta TPQ dan yang lainnya masuk dalam program Kementrian Agama. Ia sendiri belum mengetahui berapa besaran jumlah kouta bagi guru TPQ maupun RA dan DTA dari Kemenag tersebut. "Kalau yang selain guru ngaji sama amil ibu tidak tau, guru DTA, RA yang lain itu langsung sama Kemenag," jelasnya.

Dia meminta agar setiap desa bisa segera melaporkan data guru ngaji dan amil yang akan mendapatkan bantuan hibah tersebut. Sebab, hanya di Kecamatan Purwasari yang belum sama sekali mengirimkan data tersebut. "Kalau yang lain sudah dalam tahap pencairan, kita belum sama sekali lama menunggu data dari desa," akunya.

Sementara Kepala Desa Sukasari, Aan Daroji menyampaikan, lebih dari ratusan guru ngaji yang ada di dalam satu desa. Maka tak mudah untuk menentukan kuota tersebut. Jangan sampai kata dia, dengan adanya bantuan yang dibatasi bisa menimbulkan kecemburuan sosial antar guru ngaji. "Kalau disini kita roling atau gantian, yang tahun kemarin mendapatkan bantuan tahun ini berati tidak," terangnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template