Grup Jaipongan Cilewo Hampir Punah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Grup Jaipongan Cilewo Hampir Punah

Grup Jaipongan Cilewo Hampir Punah

Written By Admin Raka on Sabtu, 05 Mei 2018 | 12.30.00

TELAGASARI, RAKA - Seni kliningan atau jaipong, sempat tersohor di Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, era tahun 1980 an. Sejumlah grup sinden dan rampak gendang seperti Grup Jugala, Ujang Bey, Grup Dadali dan Grup Sampurna, sudah redup ditinggal para seniman tanpa generasi. Bukan saja lumbung pesinden jaipong, desa induk ini juga memiliki banyak dalang wayang golek yang saat ini juga sama redupnya.
Hal itu diakui Kepala Desa Cilewo Omang Rohman. Kades yang juga seniman kendang Grup Sampurna ini mengaku prihatin dengan potensi seni di Desa Cilewo yang semakin redup, termasuk grupnya yang bubar sejak tahun 2000. Alasannya, selain keterbatasan alat kesenian, persaingan dan minimnya regenerasi seniman menghambat perkembangan seni jaipong dan Wayang golek. Bahkan, grup jaipong seperti Jugala, Amin dan Dali hanya tinggal plang saja, begitupun para pesindennya yang sudah sepuh dan meninggal. Di sisi lain, regenerasi saat ini minim minat mengulik seni-seni yang menjadi gudangnya di Karawang ini. "Tinggal plang saja. Kita prihatin seni jaipong semakin redup disini. Padahal dulu sempat tersohor," katanya kepada Radar Karawang, Jumat (4/5) kemarin.
Omang menambahkan, terbesit keinginan mengembangkan lagi seni-seni jaipong dengan rampaknya yang sudah terkenal di Jawa Barat. Namun, ketiadaan sanggar dan tempat-tempat pembinaan bagi generasi seni ini, diakuinya tidak sehebat di daerah lainnya. Sehingga, sebut Omang, grup sinden di Cilewo dan wayang golek seperti Ki Dalang Hengki Mukhtar, Ujang Mukhtar AS Tumaritis dan lainnya, cenderung hidup matinya dengan nafas sendiri, tanpa sentuhan lebih dari pemerintah daerah. "Bangkrut oleh sendiri, majunya juga sendiri, tanpa sentuhan lebih dari pemerintah," katanya.
Lebih jauh Omang menambahkan, pemerintah desa saat ini masih fokus perapihan administrasi dan infrastruktur yang sempat terkendala beberapa tahun terakhir di Cilewo. Jika ada kesempatan mengurus kesenian, dia berharap bisa kembali berkembang. Sehingga saat warga Karawang berada di daerah lain, nama Cilewo kembali tersohor dengan segudang senimannya. Sebab, dia merasa seniman Sunda di Karawang, utamanya musik karawitan, lebih jago ketimbang kota di pelosok priangan. "Sekaliber dalang Asep Sunandar bergurunya di Karawang kepada Ki Dalang Tjetjep Supriyadi," katanya.  (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template