Gelandangan Baru Serbu Telukjambe - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gelandangan Baru Serbu Telukjambe

Gelandangan Baru Serbu Telukjambe

Written By Admin Raka on Jumat, 18 Mei 2018 | 14.15.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Wajah-wajah baru gelandangan dan pengemis mulai bermunculan menghiasai pinggir jalan dan perkantoran di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur, dihari pertama ramadan. Sementara wajah lama yang sebelumnya terlihat kerap berkeliaran pun menghilang.

"Dari logatnya sih bukan orang sini. Logatnya logat jawa tengahan dan bahasanya jawa kental. Setiap hari mereka berdatangan secara bergelombang. Mereka kadang ada di taman bundaran jalan bahkan ada yang dekat dengan rumah-rumah atau ruko-ruko kosong," ucap Ade Winarta (41) petugas keamanan bank swasta di lingkungan Kecamatan Telukjambe Timur, Kamis (17/5).

Tapi yang mengherankan, tambah Ade, wajah-wajah lama gelandangan dan pengemis yang sebelumnya kerap terlihat sekarang malah seperti menghilang. "Ada yang aneh, pemilik wajah lama gelandangan dan pengemisnya sepekan ini sudah hampir tidak terlihat lagi. Pada kemana mereka ya," ucap Ade yang mengaku peristiwa serupa ini juga dialaminya tahun lalu ketika awal kerja sebagai petugas keamanan.

Menurut Ade, membengkaknya jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah Telukjambe Timur sudah biasa setiap kali memasuki ramadan. Para gepeng itu nanti akan menghilang sendiri begitu mendekati lebaran. "Mereka itu gelandangan dan pengemis dadakan. Munculnya mendadak dan hilangnya juga nanti mendadak," terang Ade.

Hal sama diungkapkan marbot masjid Al Muhajirin di lingkungan Perumnas Telukjambe Permai, bulan ramadan yang identik dengan bulan untuk berbagi ternyata dimanfaatkan oleh gelandangan dan pengemis untuk mencari keuntungan. "Selain gelandangan, ada juga pengemis dan mereka itu beroperasi dari pagi hingga menjelang malam," ucapnya. 

Sementara titik dimana para gelandangan dan pengemis itu mangkal, biasanya disekitar lampu merah Bintang Alam sampai ke Karawang Kota, seperti pintu kereta api Tuparev dan lampu merah bypass Ahmad Yani. "Momentum ramadan ini sepertinya sangat dimanfaatkan oleh para gepeng untuk meraup keuntungan," katanya.

Dikatakannya, hadirnya pengemis di kota-kota besar di bulan ramadan merupakan fenomena yang berlangsung sepanjang tahun. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa para gepeng ini akan selalu ada dimana-mana. Di tempat-tempat yang memang sudah mereka survei sebelumnya. "Mengemis bagi mereka sudah seperti profesi sehingga sulit dihilangkan," ucapnya lagi.

Karenanya dengan diberlakukannya peraturan pemerintah melarang seseorang untuk memberikan bantuan kepada para pengemis jalanan ini harus bisa lebih diinformasikan kepada para pengusaha karena memang tidak sedikit pengemis dan pengamen yang meminta minta di tempat berjualan. Selain itu juga agar masyarakat bisa mengimplementasikan peraturan tersebut, sehingga ke depannya bisa menjadi solusi bagi pemerintah daerah ini mengentaskan persoalan penyandang masalah kesejahteraan sosial di diwilayahnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template