Gabah Tempuran Rp 500 Ribu/Kwintal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gabah Tempuran Rp 500 Ribu/Kwintal

Gabah Tempuran Rp 500 Ribu/Kwintal

Written By Admin Raka on Senin, 07 Mei 2018 | 17.15.00

TEMPURAN, RAKA - Cuaca panas sepekan terakhir menjadi berkah bagi petani di Kecamatan Lemahabang dan Tempuran. Gara-gara cuaca tersebut bukan saja produksinya meningkat 6 - 7 ton/hektare tetapi kualitas gabah pun jadi bagus sehingga harganya naik menjadi Rp 500 ribu/kwintal.

"Harga padi Ciherang sekarang sampai Rp 470 ribu/kwintalnya. Cuacanya bagus dan tengkulak juga banyak." ucap petani asal Desa Lemahmukti, Dadang, kemarin. Sementara itu petani lainnya disekitaran Desa Lemahaduhur, Kosasi (38) mengatakan, hasil panen saat ini cukup baik, karena tengkulak membanderol harga Rp 470 ribu/kwintal.

Walaupun kebiasaan sering dihutang, namun dengan harga demikian, ia beruntung karena produksinya juga bagus di kisaran 6 ton per hektarnya dengan varietas Ciherang dan sebagian invari. Hanya saja, keluh Kosasi, harga tinggi juga banyak ongkos jasa yang harus di keluarkan, seperti jasa rontogan dan juga biaya angkut seperti ojek dari pusar sawah sampai ke perkampungan. "Harga mah tinggi, cuma kan biaya ongkos jasa juga tinggi," katanya.

Lain halnya dengan sawah yang sebagian kondisinya rebah sepekan terakhir sambung Kosasih, sebab, kondisi tanah sawah yang sudah kadung basah, membuat bulir gabah juga basah hingga membuat harga anjlok dikisaran Rp 3,7 ribu perkilogramnya, jauh dibawah gabah normal yang saat ini di patok. Meskipun demikian, produksi yang cukup setidaknya masih bisa tertutupi untuk biaya modal. "Yang rebah sebagian harganya juga rendah dibawah harga normal," katanya.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran, Yadi S.P mengatakan, harga gabah saat ini diakuinya cukup tinggi dan menguntungkan petani, karena sekarang dan dari kemarin cuaca cukup bagus antara Rp 4,6 samapai Rp 5,0. Lain halnya dengan harga gabah padi rebah, yang memang dibawah rata-rata sekitar Rp 3,7 ribu perkilogramnya. Namun, sekarang ini cuaca bagus dan kering. Beda halnya saat rebah yang waktu itu masih banjir karena hujan belum surut dua Minggu lalu.

Untuk saat ini sambung Yadi yang sudah memasuki masa panen di kecamatan Tempuran antara lain di Desa Lemahduhur, Lemahsubur, Dayehluhur dan Lemahkarya yang masuk golongan air ke 3 sebanyak 25 % dari 6.480 hektar. "Harga mah tinggi, kecuali sawah yang rebah dua pekan lalu memang basah karena hujan," ungkapnya.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang Dedi S mengatakan harga gabah masa panen ini dikisaran Rp 4,7 ribuan cukup bagus. Di Lemahabang, masa panen hanya tinggal menyisakan di beberapa desa saja, seperti Lemahmukti, Pulojaya, Pulokalapa dan Pulomulya, diharapkan sampai dengan tuntas panen, harga gabah masih stabil. "Harga stabil, panen di kita tinggal di 4 desa saja," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template