Flu Singapura Mewabah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Flu Singapura Mewabah

Flu Singapura Mewabah

Written By Admin Raka on Rabu, 23 Mei 2018 | 11.00.00

11 Anak Terjangkit

PURWAKARTA,RAKA - Anak-anak di Perum Gandasari di Kampung Cigelam, Desa cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, sejak satu Minggu lalu terserang virus flu Singapura. Anak-anak yang terjangkit virus Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) itu mengalami bintik merah ditubuhnya. Virus flu Singapura ini biasa menyerang para balita dengan usia dua tahun ke bawah yang mengakibatkan penderita alami luka-luka setelah bintik merah pada tubuh berair kemudian pecah. Datangnya penyakit tersebut berawal dari anak menderita demam tinggi disertai mulutnya luka, sehingga tidak dapat menerima asupan makanan.

Seorang ibu, Prihatin (43), yang anaknya terkena virus flu Singapura mengatakan di wilayahnya itu telah ada sekitar 20 anak yang terjangkit penyakit yang sama. "Sempet di bawa ke dokter, kata dokter itu katanya flu Singapura, ada 20-an anak, rata-rata di bawah dua tahun," kata ibu dari Arka Prabaswara, anak berusia 15 bulan, saat ditemui di rumahnya.

Dirinya mengatakan, gejala awal yang diderita putranya seperti flu biasa. Tak lama setelah flu sembuh, baru muncul bintik merah. Bintik merah yang mengandung cairan itu muncul lebih banyak di bagian tangan, kaki hingga mulut bayi. "Ada bintik di mulut, yang bikin anak susah makan dan minum. Jadinya rewel," katanya.

Dirinya menjelaskan, putranya itu tertular dari anak tetangganya yang terlebih dahulu terserang penyakit flu Singapura. Tidak lama setelah itu, hampir seluruh anak di bawah dua tahun di blok tersebut mengalami gejala yang sama. Seperti halnya yang dikatakan oleh Nita Diana (38), putra keduanya, Wisnu Arif yang masih berusia dua tahun pun merasakan virus flu yang sama. Gejala mulai dari demam, hingga sulit makan karena bintik merah di mulut dirasakan anaknya. Tidak hanya di satu blok, Nita mendengar informasi bahwa penyakit yang dialami anaknya, juga menyebar hingga blok lainnya di Perumahan Gandasari. Ia bersama tetangga lainnya berharap bisa ada tindakan lebih lanjut dari pihak dinkes. Agar, penyakit flu Singapura itu tidak menyebar lebih luas ke anak yang lain.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Purwakarta, Eva Lystia Dewi, membenarkan adanya virus tersebut, bahkan pihaknya telah mendatangi lokasi kemudian mendata jumlah yang terjangkit virus flu Singapura. Ia mengatakan, flu Singapura bukan merupakan salah satu penyakit yang kasusnya kali pertama ditemukan di Purwakarta. "Sebenarnya flu Singapura selalu ada, hanya terpecah tidak dalam satu cluster," kata Eva, saat ditemui di Kantor Dinkes Puwakarta, Selasa (22/5).

Menurutnya, virus flu Singapura sendiri sudah terjadi beberapa kasus, hanya saja kasusnya mengalami peningkatan sejak 15 Mei 2018 lalu di Perum Gandasari Purwakarta. "Ini belum masuk kejadian luar biasa (KLB). Pasalnya, setelah dilakukan pantaun ke lokasi kami mendata ada sebanyak 11 orang anak yang terjangkit flu Singapura tersebut," ujarnya.

Terkait penularan virus, lanjut dia, flu Singapura merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah sekali menular, terutama pada anak usia di bawah 5 tahun yang memiliki daya tahan tubuh lemah. "Penularanya bisa melalui tetesan ludah, kontak langsung atau melalui alat yang terkontaminasi seperti alat makan," jelasnya.

Meski demikian, lebih jauh Eva menjelaskan, penyakit flu Singapura merupakan salah satu penyakit yang tidak mematikan, kecuali si penderita mengalami komplikasi, separti penderita susah makan atau minum sehingga membuat anak menjadi dehidrasi. "Gejalanya tidak jauh seperti flu biasa, hanya saja ada tambahan luka di sekitar mulut, tangan dan kaki," pungkasnya.(gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template