Dua Tersangka Pengeroyok Pak Dewan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dua Tersangka Pengeroyok Pak Dewan

Dua Tersangka Pengeroyok Pak Dewan

Written By Admin Raka on Kamis, 24 Mei 2018 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Aksi pemukulan anggota DPRD Kabupaten Karawang Hitler Nababan di ruang Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Gedung Paripurna DPRD Karawang, Selasa (22/5) lalu, berujung ditangkapnya dua orang oleh kepolisian. Hal itu dilakukan setelah petugas Polres Karawang memeriksa tujuh orang saksi yang berada di tempat kejadian perkara.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, hasil pemeriksaan tujuh orang saksi dan alat bukti berupa rekaman video pengeroyokan, pihaknya menetapkan dua orang tersangka. "Pelakunya N dan AM warga Karawang. Tindakan pidana itu merupakan perbuatan yang bersifat pribadi. Jadi tidak terkait dengan intitusi, tidak terkait dengan perusahaan, dan tidak terkait dengan ormas manapun," katanya kepada Radar Karawang di Mapolres Karawang, Rabu (23/5) kemarin.

Ia melanjutkan, perbuatan yang disangkakan kepada para pelaku itu adalah tindakan pidana kekerasan secara bersama-sama, terhadap orang atau barang sesuai Pasal 170 KUHP. "Video yang diangkat oleh pihak-pihak tertentu apabila yang bersangkutan keberatan, kita siap menerima laporan. Dan apabila terbukti ada unsur pidana, kita akan proses," ucapnya.

Sejauh ini, kata Slamet, Hitler belum melapor atas kejadian yang menimpanya. Meski begitu polisi tetap memproses kasus tersebut karena bukan merupakan delik aduan. "Semuanya akan didalami dan dikumpulkan penyidik. Apabila ada tersangka lain kita akan proses," ujarnya.

Slamet juga akan mendalami pengerahan massa ke gedung dewan jika ada kaitannya dengan perkara tersebut. "Yang jelas kita siap menerima apapaun pelaporan. Apabila ada tindak pidananya kita akan proses," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah DPW FPI Kabupaten Karawang Trisno mengatakan, penetapan tersangka sangat berisiko ketidaknyaman umat Islam. Artinya, pihak kepolisian sama dengan membuka ruang konflik SARA. "Penetapan tersangka adalah bentuk ketidakadilan, sementra pemicunya HN dengan enaknya bebas," ungkapnya.

Menurutnya, solusi terbaik bisa melalui pendekatan sosial dengan tidak menyampingkan sisi hukum. "Kita menyerahkan sepenuhnya pada pengacara, persuasif kita kedepankan," tuturnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template