Data Dua Guru Ngaji Hilang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Data Dua Guru Ngaji Hilang

Data Dua Guru Ngaji Hilang

Written By Admin Raka on Kamis, 24 Mei 2018 | 14.15.00

Kades Duren Ontrog Pegawai Kecamatan

KLARI, RAKA - Lagi-lagi Kepala Desa Duren Abdul Halim meradang. Hal itu terjadi setelah pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada dua orang guru ngaji yang tidak masuk daftar penerima hibah bantuan sosial dari pemerintah daerah.

Info tersebut sontak membuat kepala desa yang juga Ketua Forum Kepala Desa Karawang (Fordeska) tersebut harus mendatangi pegawai kecamatan Klari untuk memastikan kebenarannya. Sesampainya di kecamatan, beberapa pegawai yang ada disemprot oleh kades.

Ebeh, sapaan akrab Abdul Halim menyampaikan, bayangkan saja data jumlah guru ngaji yang berdasarkan hasil survei pemerintahan desa yang diajukan ke kecamatan tidak sesuai. "Bukan satu orang, tapi dua orang dari 30 guru ngaji yang diajukan desa tidak mendapatkan bantuan," ucapnya di kantor Kecamatan Klari.

Bagi dia, apa yang sudah dilakukan oleh tenaga pelayanan kecamatan sudah tidak bisa bekerja dengan sepenuh hati. Dirinya mengaku kecewa dengan banyaknya kejadian yang janggal di kantor pelayanan maayarakat tersebut. "Bukan kali ini aja, dari dulu banyak banget masalahnya di kantor kecamatan," tegasnya.

Menurutnya, karena data yang dikirimkan oleh pemerintah desa tidak sesuai, maka dia menduga ada permainan perubahan penerima bantuan hibah bansos bagi guru ngaji yang dilakukan oleh pihak kecamatan. "Yang berhak untuk menentukan kebijakan penerimaan bantuan itu dari desa bukan kecamatan, jangan seenaknya main ganti saja," ucapnya.

Sampai saat ini, dirinya berjanji akan melaporkan kejadian perubahan peneriman bantuan guru ngaji tersebut ke pemerintah daerah bahkan bupati. Sebab apa yang sudah dilakukan oleh pihak kecamatan sudah melanggar aturan. "Yang saya kecewakan selama ini kecamatan tidak pernah menghargai apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan desa, kita punya data yang diajukan dan penerima bantuan hibah juga merupakan hasil survei desa setiap tahunnya," ungkapnya.

Kasi Pemerintahan Desa Duren, Lili Sukarli juga mengaku, bahwa data yang dimiliki oleh desa dibuat dengan kuota yang dibutuhkan berdasarkan bantuan hibah sebanyak 30 orang. Maka aneh jika ada 2 orang guru ngaji yang diajukan tidak terdaftar. "Sudah jelas ada permainan dari pihak kecamatan yang dirubah, kita ingin tahu aja siapa pengganti dua orang guru ngaji itu," tuturnya.

Kasi Kesos Kecamatan Klari, Asip Suhenda mengaku, bahwa data yang dikirimkan kecamatan ke Kabag Kesra Karawang merupakan hasil dari pengajuan desa. Jika memang ada kesalahan pendataan mungkin itu dari atasan. "Data yang kita kirimkan tetap sesuai dengan data dari desa, kalau yang tidak ada mungkin itu kesalahan dari atas," akunya.

Camat Klari, Rachmat mengaku bahwa kejadian tersebut bukan untuk pertamakalinya terjadi di kecamatan. Bisa saja kata dia, kesalahan tersebut juga terjadi ke desa lainnya. "Jangan dibuat ribet cuman kesalahan data aja, desa yang lain juga salah dulu nggak sampai kayak gini," ucapnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template