Ciu Solo Dijual di Cilamaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ciu Solo Dijual di Cilamaya

Ciu Solo Dijual di Cilamaya

Written By Admin Raka on Selasa, 08 Mei 2018 | 12.15.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Masyarakat Cilamaya sudah tak asing dengan gudang miras jenis ciu di Dusun Sasak Kebo RT 003/02, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan.

Selain langganan penggerebekan kepolisian setiap tahun, para pelaku penjual miras oplosan yang dipasok dari Solo, Indramayu dan Surabaya, ini masih bebas berkeliaran. Namun, transaksi dan distribusi miras yang memberikan keuntungan Rp 500 ribu per satu jerigen ini, berhasil digagalkan aparat Polsek Cilamaya, Jumat (4/5) lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.

Sedikitnya, 145 miras ciu dalam botol air mineral berukuran sedang dan 46 lainnya yang berukuran besar berhasil diamankan petugas Polsek Cilamaya. Pelaku penjualan miras oplosan jenis ciu, Wahyudi (42) mengaku dirinya mendapat ciu itu dari luar Karawang karena faktor ekonomi. Sebab setiap satu jerigen dia mendapati keuntungan Rp 500 ribu dengan modal Rp 500 ribuan. Disinggung konsumennya, Wahyu mengklaim bahwa pembelinya adalah orang dewasa usia di atas 20 tahunan, dengan mendatangi rumahnya dan bertransaksi langsung, karena dia tidak memasarkan ciu yang diperolehnya tersebut secara bebas. Bahkan sebut Wahyu, anak-anak dilarang membelinya. "Saya enggak memasarkan. Tapi yang beli datang langsung ke rumah, konsumennya ya orang dewasa. Anak-anak sekolah mah enggak," katanya.

Kapolsek Cilamaya AKP Sutejo mengatakan, pihaknya menggagalkan distribusi miras oplosan jenis ciu ini saat razia miras. Ciu ini tidak dijual dalam gudang atau warungan, rumah biasa. "Pelaku jual ciu ini Rp 30-60 ribuan per satu botol air mineral, keuntungannya bisa mencapai Rp 500 ribu per 1 jerigen," katanya.

Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, reskrim Cilamaya mendapati transaksi miras oplosan yang akan masuk Cilamaya. Pelaku memesan miras oplosan ini langsung dari Solo, Jawa Tengah, dengan pembayaran transfer pada hari dan jam yang disepakati. Ratusan ciu yang didistribusikan dalam jerigen dan botol air mineral ini, kemudian diturunkan di Rumah Makan Niki, Kecamatan Jatisari, dan dijemput dengan angkutan umum sampai akhirnya dibawa ke Cilamaya. Namun, upaya itu berhasil digagalkan Polsek Cilamaya setelah menerima laporan dari warga. Karenanya, selain mengamankan barang bukti dan pelaku, pihaknya akan koordinasikan dengan polisi Jawa Tengah dan patahkan produsennya. Sebab, miras ini sudah memakan banyak korban dan banyak nyawa melayang. "Dipasok dari Solo, kemudian diturunkan di Rumah Makan Niki dan dibawa dengan angkutan umum ke Cilamaya, tapi berhasil digagalkan Polsek Cilamaya," katanya.
Soal pelaku, sebut Hendy, masih diinterogasi dan akan dikenakan pasal 204 KUHP. Namun belum bisa dijerat pidana KUHP karena masih pendalaman. "Pelaku mengaku sudah kali kedua melakukan distribusi ciu ini." katanya.

Sementara itu, Kades Tegalwaru Arini Atmaja mengatakan, Wahyudin alias Dogol sudah lama berjualan miras oplosan jenis ciu. Dia dan warga mengapresiasi upaya Polsek Cilamaya menggagalkan distribusi ciu yang selama ini sering disebut gudangnya di Dusun Sasak Kebo. Ia ingatkan, selama masih kena pasal ringan, maka tidak akan ada jeranya. Untuk itu, dia meminta aparat agar sesering mungkin operasi miras. Sebab walaupun berulang kali dirazia, acapkali peredaran miras selalu muncul lagi. "Semoga pembelajaran bagi siapa saja yang menggeluti usaha yang melanggar hukum untuk tidak meneruskan atau pun mencoba-coba. Konsekwensinya ya seperti itulah, " katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template