Ciaatt..Ayah Mau Bacok Petugas, Keburu Ditembak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ciaatt..Ayah Mau Bacok Petugas, Keburu Ditembak

Ciaatt..Ayah Mau Bacok Petugas, Keburu Ditembak

Written By Admin Raka on Senin, 07 Mei 2018 | 12.45.00

KARAWANG, RAKA - Sepak terjang anggota komplotan spesialis pencuri motor yang biasa beroperasi di Jakarta, Bekasi, dan Karawang, bernama Ali Maksum (55) warga Jawa Tengah, berakhir mengenaskan.

Dada kirinya ditembus peluru setelah penjahat yang biasa dipanggil Ayah itu mencoba membacok petugas Unit Reskrim Polsek Karawang Kota menggunakan golok, di kosan wilayah Kecamatan Tempuran, Minggu (6/5) pukul 02.30 WIB. "Pelaku A.M alias Ayah dengan kelompoknya sering beroperasi di Jakarta, Bekasi dan Karawang. Dari hasil penyelidikan pelaku merupakan kelompok Jawa," ujar Kapolres Karawang AKBP Hendi F Kurniawan kepada Radar Karawang di RSUD Karawang, Minggu (6/5).

Ia melanjutkan, penangkapan AM bermula pada minggu (6/5) pukul 02.30 WIB, penyidik dan tim lapangan Unit Reskrim Polsek Karawang Kota, yang dipimpin Kanit Reskrim mendapat tugas untuk melakukan penangkapan kepada AM, sesuai dengan alamat tempat tinggal berdasarkan hasil lidik, sidik dan keterangan saksi di Dusun Bedeng, Kecamatan Tempuran. Sekitar pukul 03.30 WIB, petugas tiba di lokasi dengan situasi rumah pada saat itu dalam keadaan gelap gulita. "Petugas saat itu sudah siap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perlawanan dari tersanka yang akan ditangkap," ujarnya.

Kemudian, kata Hendi, kanit Reskrim memerintahkan salah satu petugas untuk memeriksa dan menyalakan meteran listrik yang memempel pada dinding teras rumah. Namun pada saat petugas sedang memeriksa dan menyalakan meteran listrik, tiba-tiba dari dalam rumah AM keluar sambil berteriak dan mengacungkan sebilah golok, dan mengarahkannya kepada petugas yang memeriksa meteran listrik. Melihat itu, akhirnya petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan memberikan satu kali tembakan ke tubuh pelaku.  "Pelaku ditangkap di kontrakannya di Tempuran," ujarnya. 

Setelah pelaku ambruk, kanit Reskrim membagi anggota menjadi dua tim. Tim 1 bertugas untuk memberikan pertolongan pertama kepada AM dan segera membawanya ke rumah sakit. Dan tim 2 bertugas untuk menggeledah rumah dan mengamankan barang bukti yang ada hubungannya dengan TKP yang dilakukan AM. "Namun pada saat tim satu sudah tiba di RSUD Karawang dan membawa AM ke ruang UGD untuk dilakukan tindakan medis, tidak berapa lama pihak dokter ruang UGD menyatakan bahwa nyawa A.M tidak dapat tertolong," ujarnya. (apk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template