Bocah SMP Banting Kakak Hingga Meninggal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bocah SMP Banting Kakak Hingga Meninggal

Bocah SMP Banting Kakak Hingga Meninggal

Written By Admin Raka on Minggu, 27 Mei 2018 | 12.15.00

KARAWANG, RAKA - Kelakukan pelajar SMP zaman now semakin memprihatinkan. Setelah kasus kecelakaan yang membuat dua siswa SMPN 4 Klari luka parah akibat ditendang saat mengendarai motor oleh siswa SMP lainnya, kini muncul kasus yang tak kalah menggegerkan. Seorang siswa SMP bunuh kakak kandung yang masih duduk di bangku SMA.

Peristiwa itu terjadi di Perumahan Citra Kebun Mas, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kamis malam (24/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Siswi SMA berinisial KP (16) ditemukan tewas akibat dianiaya adik kandungnya sendiri, P (15).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, awalnya pelaku menemui ibunya untuk pinjam motor milik kakak pelaku, namun tidak diberikan. Selanjutnya pelaku mengganggu korban yang sedang tidur dengan maksud untuk pinjam motor. Ketika korban terbangun, korban tidak mau meminjamkan motornya hingga timbul cekcok mulut. Selanjutnya pelaku mendorong korban dan membanting korban ke lantai hingga kepala korban membentur lantai. Korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit Lira Medika. Sesampainya di rumah sakit, KP sudah meninggal dunia.

Kepala dusun setempat, Tukiyo menuturkan, dirinya bersama warga mendengar teriakan minta tolong dari ibu korban sekitar pukul 23.00 WIB. “Ibu korban teriak minta tolong ke tetangga, katanya anaknya bertengkar di dalam rumah,” kata Tukiyo.

Saat itu, warga berhamburan mendatangi tempat kejadian perkara. Saat masuk, kondisi korban sudah tergeletak terkulai lemah di ruang tengah rumahnya. “Kami masuk bersama suami bu kades yang juga kebetulan anggota polisi. Korban sudah lemah dan langsung dilarikan warga ke klinik Kondang,” ungkapnya.

Sementara, warga yang lainnya mengamankan pelaku yang saat itu masih berada di dalam rumah. Tim medis Klinik Kondang merujuk korban ke RS Lira Medika lantaran tak sanggup menangani korban. “Sempat berusaha diselamatkan, tapi nyawa korban tak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit RS Lira Medika,” paparnya.

Kepala Desa Bengle Lia Amalia mengatakan, pelaku dikenal warga sebagai anak yang bengal dan kerap berbuat onar serta meresahkan warga. “Dia jarang berada di rumah. Sekalinya pulang selalu bikin ulah atau gaduh keluarga dan juga meresahkan warga,” kata Lia, Jumat (25/5).

Sementara, korban lebih sering tinggal bersama ayahnya yang memang sudah tak serumah lagi dengan ibu korban dan pelaku. “Pelaku juga sering bertindak arogan terhadap keluarganya,” ungkapnya.

Dikatakan Lia, orangtua pelaku pernah minta tolong kepada dirinya agar membantu menangani kebiasaan buruk anak laki-lakinya itu karena sering berjudi. Bahkan, dampak kebiasaan buruknya itu, pelaku kerap menjual barang di rumahnya dan diduga digunakan untuk foya-foya saat kumpul bersama teman-temannya. “Saat kumpul itulah kerap kali pelaku dan temannya berbuat ulah di lingkungan tempat tinggalnya,” ungkapnya. (apk/pjs/psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template