Beduk Cilamaya Laris Manis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Beduk Cilamaya Laris Manis

Beduk Cilamaya Laris Manis

Written By Admin Raka on Senin, 28 Mei 2018 | 16.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Ramadan bisa jadi berkah bagi para pengrajin beduk. Pasalnya media yang ditabuh sebelum adzan berkumandang itu cukup diburu komunitas religi seperti Dewan Keluarga Masjid (DKM), Musala dan Majelis Taklim. Tak ayal, penjualan beduk di pengrajinnya di Dusun Bojong SS RT 01/03 Desa Cilamaya laris manis. Bahkan tidak sedikit pembelinya yang datang dari Kabupaten Purwakarta dan Subang hingga Bekasi. 

Pengrajin Beduk asal Cilamaya Yayan S Mulya mengatakan, dengan diameter 58 cm dan tinggi 90 cm, beduk kulit sapi dengan bobot 35 Kg hasil karyanya ini laku selama sebelum dan saat ramadan.  Dirinya sebut Yayan, hanya membandrol harga Rp 1,5 juta per satu unit bedug tanpa ongkos kirim. Sementara sistem pemasarannya pun dilakukan secara sederhana yakni dari mulut ke mulut dan secara online.

Hasilnya memang diakuinya efektif, terbukti sampai saat inipun permintaan pun masih terus mengalir. Dalam seminggu diakui Yayan dia bisa menyelesaikan 5- 7 beduk dan semuanya berhasil terjual. Apalagi menjelang Idul Fitri nanti diprediksi akan mengalami kenaikan. Namun sambungnya, para pembeli harus bersabar menunggu jika stok semakin menipis, sebab butuh waktu dua hari baginya memasang beduk dalam diameter drum dengan kualitas bagus. "Kita jual Rp 1,5 juta saja tanpa ongkos kirim. Alhamdulillah pesanan dan pembeli sudah merambah sampai Subang, Bekasi dan Purwakarta," katanya.

Lebih jauh Yayan menambahkan, beduk sendiri dibuat dengan menggunakan kulit sapi pilihan, dan drum pilihan yang tebal dan masih mulus. Beduk  yang ia jual, adalah asli hasil kreasinya sendiri dan dibuat oleh tangan sendiri. Proses pembuatannya, butuh dua hari menuntaskan 1 beduk, itupun kalau cuaca sedang panas terik. Tetapi, kalau cuaca sedang mendung bisa lebih lama lagi, bahkan bukan saja untuk penjualan, ia juga menerima jasa servis beduk yang rusak dengan mengenakan biaya Rp 600 ribuan. "Kita buat sendiri dan dijual sendiri, bahkan menerima jasa servis sendiri," katanya.

Pembeli Beduk asal Telagasari Abdul Malik mengatakan, beduk biasanya bertahan sekitar 3 tahunan, apalagi kalau sering digunakan untuk malam takbiran, baik Idul Fitri dan Idul Adha. Ia membeli beduk baru sebutnya, karena yang lama sudah rusak. Karenanya ia memilih beduk yang bisa dibongkar pasang supaya awet, karena sudah menjadi tradisi setiap menjelang Idul Fitri dan idul adha, beduk jadi tambah semangat kalangan muda untuk syiar seperti Ngarak obor Muharam, malam takbiran dan lainnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template