Awas Tertimpa Batu Kapur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awas Tertimpa Batu Kapur

Awas Tertimpa Batu Kapur

Written By Admin Raka on Sabtu, 19 Mei 2018 | 14.15.00

Konvoi Truk Pengangkut Batu Bahayakan Kendaraan di Belakang

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Konvoi truk pengangkut batu kapur kembali dikeluhkan. Kendaraan-kendaraan berat itu melintas di Jalan Badami Loji perlintasan Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat bukan cuma terlalu kepinggir sehingga mendekati pagar rumah warga, tetapi juga membuat jalan semakin sempit hingga sering mengakibatkan lalulintas tersendat, karena kenderaan dibelakangnya sulit melewati. 

"Jarak dari truk satu ke truk lainnya bisa sampai 5-6 meter, kalau tiga saja yang melintas berarti panjangnya dari truk paling depan sampai paling belakang sudah sepanjang 18 meter. Itu berarti ada sekitar 12 meter bagian jalan kosong karena pasti tidak ada kendaraan yang mau berada diantara truk-truk itu karena takut tergencet. Keadaan itu yang membuat laju kendaraan di belakangnya tersendat, karena untuk untuk melewatinya pun badan jalan juga sempit," ucap Bonang (38) Warga Desa Wanajaya, Jumat (18/5).

Bonang mengaku setiap hari melintasi perlintasan Desa Wanajaya jadi mengetahui persis kondisi lalulintas di ruas jalan Badami Loji itu. Karenanya dia berharap ada regulasi yang mengatur aktifitas truk-truk pengangkut batu kapur tersebut, terlebih di jam-jam sibuk pagi dan sore. "Paling tidak ada aturan yang membatasi waktu aktifitas truk-truk itu, sehingga warga pun yang setiap hari menggunakan jalan itu bisa mengatur jadwalnya kapan melintas di jalan itu," tutur Bonang.

Parahnya lagi, lanjut Bonang, kalau konvoi truk-truk itu sampai lebih dari tiga truk. Otomatis antrean kendaraan di belakangnyapun bertambah panjang. Sementara untuk mendahului itupun tidak mudah karena harus berhadapan dengan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. "Persoalannya sisa bagian jalan itu kan jalurnya kendaraan lain, sementara untuk memotong jalur terlalu panjang bisa sampai belasan meter," ucap Bonang.

Hal lain yang juga mestinya diperhatikan adalah bagian bak truknya, harusnya ditutup dengan rapat sehingga aman bagi kendaraan-kendaraan dibelakangnya. "Bak truknya memang sudah tertutup tetapi tidak rapat sehingga batu-batunya terlihat kadang sampai munjung ke atas. Khawatirnya kalau melintasi jalan berlubang batunya bisa menggelinding ke bawah dan mengenai kendaraan di belakangnya. Mungkin karena itu juga truk-truk dibelakangnya memberi jarak enam meter karena khawatir ada batu yang terjatuh," papar Bonang. 

Masih dituturkan Bonang, yang membuat pengendara kesal terkadang sopir-sopir truk itu sengaja tidak memberi jalan kendaraan dibelakangnya mendahului. "Mentang-mentang  mereka besar dan padat seenaknya saja berbaris di jalan, terkadang saat akan didahului mereka malah tidak mau mengalah,” ujar Bonang.

Semestinya kata dia, pemerintah harus tegas agar kendaraan truk besar terlebih dengan tonase berat, mestinya dilakukan penindakan, dan peraturan itu juga mengikat persoalan  menentukan jarak konvoi kendaraan yang berjumlah lebih dari dua bahkan lebih. (yfn)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template