Armada Rusak Dipaksa Angkut Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Armada Rusak Dipaksa Angkut Sampah

Armada Rusak Dipaksa Angkut Sampah

Written By Admin Raka on Rabu, 30 Mei 2018 | 17.00.00

KARAWANG, RAKA - Kabid Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Karawang (DLHK) Nevi Fatimah menyesalkan masih adanya truk sampah rusak yang tetap dioperasikan. Padahal semestinya truk tersebut sudah masuk bengkel untuk diperbaiki.

"Kendaraan yang rusak itu memang harus diperbaiki di wilayahnya masing untuk efektifitas pekerjaan perbaikan. Apalagi kita sudah menyiapkan peralatan perbengkelan di masing-masing wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah," tandas Nevi, Senin (29/5) kepada Radar Karawang.
Nevi mengatakan itu menyusul temuan di lapangan masih adanya armada sampah bocor yang berkeliaran di jalan raya membawa muatan sampah, sehingga air perasan sampahnya yang berbau busuk berceceran di jalan raya. Parahnya lagi, sampai ada yang terpaksa mogok di jalan lantaran kopling kendaraannya jebol. Seperti dialami armada sampah Rengasdengklok ketika melintas di Jalan Raya Klari. Kendaraan itu terpaksa berhenti di tengah jalan.

Beruntung saat kejadian, arus lalulintas dalam kondisi macet. Namun nahasnya akibat kurangnya koordinasi antar wilayah yang dilakukan UPTD kebersihan, truk sampah mogok itu terlambat dievakuasi sehingga mengakibat kemacetan parah di sepanjang jalan itu. Sementara Endang, sopir armada sampahnya ketika ditanya tujuannya mengaku membawa sampah Dengklok dalam perjalanan ke TPAS Jalupang. Truk sampah yang dikendarainya mengalami jebol kopling lantaran mengangkut muatan terlalu berat. 

Nevi sendiri menyikapi tidak pekanya bagian bengkel UPTD Rengasdengklok dengan sikap kesal. Harusnya, kan sudah ada bidangnya masing-masing. Kendaraan sebelum berangkat ada pemeriksaan terlebih dahulu, apakah kendaraan itu layak jalan atau tidak. "Seharusnya kendaraan-kendaraan dioperasikan mendapatkan perawatan intensif, sehingga kondisinya tetap terpelihara," tandas Nevi.
Dan jikapun masih ada kendaraan yang kondisinya tidak layak jalan diupayakan untuk tidak memaksakan mengoperasikannya. "Kalau untuk kerusakan yang berat-berat kita sudah merujuk ke bengkel yang terdekat yang telah ditunjuk oleh UPTD masing-masing," terang Nevi.

Sementara untuk kasus seperti yang terjadi di Jalan Raya Klari, Nevi mengatakan diluar kebiasaan. Sebetulnya bisa diperbaikik oleh montir dari depo, jadi tidak harus dari dengklok. "Sebenarnya kalau sopirnya langsung menghubungi bisa langsung kita handel. Karena semua UPTD tetep harus bekerjasama sebab kita juga ada Depo perbengkelan dinas," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template