Ansor Sayangkan isi Surat Edaran THM - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ansor Sayangkan isi Surat Edaran THM

Ansor Sayangkan isi Surat Edaran THM

Written By Admin Raka on Sabtu, 19 Mei 2018 | 14.00.00

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Karawang menyayangkan isi surat edaran Bupati Karawang yang tidak tegas menutup Tempat Hiburan Malam (THM) selama bulan Ramadan. Oleh karenanya Ansor mendesak agar Bupati Karawang mencabut surat edaran tersebut dan menerbitkan surat edaran baru.

"Kami menyayangkan isi surat edaran bupati atas operasinalnya THM selama Ramadan," kata Ketua GP Ansor Karawang, Ade Permana, kepada Radar Karawang, Jumat (18/5).

Seharusnya, tambah Ade, bupati mempertimbangkan aspirasi warga muslim Karawang yang meminta agar THM tutup selama puasa. "Cuman satu bulan saja tutup masa nggak bisa. Pengusaha pasti nggak rugi ko," ujarnya.

Jangan sampai karena alasan karyawan para pengusaha THM berupaya untuk bisa terus beroperasi di bulan Ramadan. Karena itu sangat tidak rasinal, masih ada 11 bulan lainnya untuk mengumpulkan keuntungan dalam usaha yang dikembangkan. "Kabupaten lain bisa menutup THM selama Ramadan, kayak pemda Bekasi. Masa Karawang nggak bisa, ada apa ni," tanya Ade sambil terheran-heran.

Lelaki yang akrab disapa Pimen ini juga menyampaikan, dengan kondisi negara saat ini yang cukup panas. Seharusnya pemda Karawang bisa melihat bagaimana reaksi yang berkembang dikalangan umat muslim. Setidaknya ada penghargaan kepada umat muslim saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan. "PAD dari THM nggak terlalu besar kan. Terus kenapa sampai ngak bisa ditutup. Jangan-jangan main mata dengan para pengusaha," bebernya.

Bahkan jika ditinjau dari asfek lain seperti asfek sosial. Dibukanya THM di bulan puasa malah memicu ketidak anti pati umat muslim Karawang terhadap pemerintah daerah. Bahkan dibukanya THM lebih memberikan dampak negatif daripada dampak positif. "Secara kemaslahatan tentu lebih banyak madaratnya jika THM di buka. Apalagi di bulan Ramadan," tegasnya.

Oleh karenanya dia meminta agar Bupati Karawang mencabut surat edaran tersebut dan menerbitkan surat edaran baru yang isinya selama Ramadan THM harus tutup atau tidak beroperasi. "Yang sekarang itu, Spa boleh buka dengan catatan ada spanduk himbauan soal Ramadan. Dan tetap melayani tamu namun khusus non muslim. Kemudian untuk tempat karaoke juga buka," bebernya.

Pasdahal, tambah Pimen, kalau tepat spa menerima tamu non muslim saja. Maka bagaimana jika yang datang itu sebenarnya umat muslim namun mengaku non muslim karena tidak membawa kartu identitas. "Ini jelas menyakiti hari umat muslim Karawang," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template