512 Calon Kepala Sekolah Marah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 512 Calon Kepala Sekolah Marah

512 Calon Kepala Sekolah Marah

Written By Admin Raka on Senin, 14 Mei 2018 | 12.00.00

Ancam Bakar Kartu Anggota PGRI

TEMPURAN, RAKA - Kekecewaan ratusan calon kepala sekolah (cakep) sudah tidak terbendung. Harapan bisa diangkat menjadi orang nomor satu di sekolah terbentur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas PP Nomor 74 Tahun 2008 yang menjelaskan kepsek akan dievaluasi setiap tahunnya. Terlebih Pemerintah Kabupaten Karawang sudah membentuk tim Penilai Kerja Kepala Sekolah (PKKS).

Kekecewaan mereka yang berubah jadi rasa marah, karena sejak Juni tahun 2016, para cakep sudah mengikuti seleksi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, dan hasilnya 512 guru layak jadi calon kepala sekolah. Tapi statusnya kini digantung. Kadung tak kunjung menjabat kepsek, 512 cakep berencana melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Disdikpora dan kantor Pimpinan Daerah PGRI Karawang, Selasa (15/5). Bahkan para cakep yang sudah gregetan tersebut ancam membakar Kartu Tanda Anggota (KTA) PGRI berjamaah, sebagai wujud ketidakpercayaan pada kepengurusan organisasi profesi yang dipimpin Nandang Mulyana.

Seorang cakep yang meminta dirahasiakan namanya mengakui, Forum Cakep sudah membuatkan surat yang ditujukan kepada Kapolres Karawang dengan Nomor 02/CakepKRW/2018 tertanggal 12 Mei untuk pengamanan aksi yang rutenya dari Disdikpora ke PGRI. Para cakep ini menuntut hak, karena kepala Disdikpora dengan edarannya sudah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa kepsek yang habis jabatan berdasarkan SK bupati, justru berlanjut sampai saat ini.
"Legalitas PKKS juga dipertanyakan. Karena menurut Dirjen GTK itu cacat hukum," ungkapnya kepada Radar Karawang.

Melihat itu, pihaknya menuntut agar Pemerintah Kabupaten Karawang membatalkan hasil PKKS. Di sisi lain, sebut sumber asal Tempuran ini, PGRI yang cenderung membela kepentingan segelintir pengurus pro periodesasi, membuat para cakep antipati pada organisasi perjuangan para guru tersebut. Karenanya, selain melayangkan mosi tidak percaya pada kepengurusan PGRI, pihaknya juga berencana membakar KTA PGRI sebagai wujud protes atas kebijakannya. "Banyak tuntutan, pada akhirnya kita mendesak bupati agar melaksanakan Perda Nomor 8 tahun 2009 tentang Periodesasi," katanya.

Ketua Forum Cakep Karawang Asep Saepudin S.Pd mengatakan, jumlah kekuatan aksi sekitar 512 cakep siap dikerahkan ke kantor Disdikpora dan kantor PGRI Karawang. Sejumlah tuntutan sudah disiapkan. Asep juga membenarkan berencana membakar KTA PGRI Karawang yang selama ini dimiliki para cakep, sebagai bagian dari keanggotaan. "Kalau semua ikut, ada 512 cakep yang bakal ikut demo. Rencananya memang mau bakar KTA PGRI juga, tapi kita lihat perkembangan," katanya.

Disinggung soal tuntutan, sebut Asep, semua cakep sangat anti menuntut jabatan, karena inti dari tuntutan pihaknya adalah menuntut Disdikpora mengamankan dan melaksanakan kebijakan Pemkab Karawang tentang Perda Periodisasi. Kedua, menuntut PD PGRI berbuat adil sesuai AD/ART sebagai organisasi perjuangan guru, yaitu untuk membela dan mensejahterakan seluruh anggota, bukan membela kepentingan segelintir pengurus. "Selamat berjuang, ingat yang kita perjuangkan bukanlah jabatan tapi keadilan," katanya.

Sementara itu, Ketua PD PGRI yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang Nandang Mulyana, saat disinggung kaitan rencana aksi para cakep, sampai berita ini ditulis yang bersangkutan belum memberikan balasan. Begitupun saat ditanya hal serupa pada Sekretaris Komisi D DPRD Karawang, H Endang Sodikin. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template