177 Kepala Keluarga Terendam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 177 Kepala Keluarga Terendam

177 Kepala Keluarga Terendam

Written By Admin Raka on Jumat, 25 Mei 2018 | 15.00.00

Diterjang Banjir Rob

CIBUAYA, RAKA- Air rob kembali melanda tepian pantai utara. 177 Kepala Keluarga (KK) disepanjang tepian pantai Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya terkena dampaknya. Tidak terlalu parah memang, namun di nilai cukup merepotkan dan membuat warga khawatir akan datangnya bencana tersebut.

Menurut Kepala Desa Cemarajaya, Yonglim, bencana rob tersebut melanda sebagian besar masyarakatnya, Rabu (23/5) sekitar pukul 04.00 pagi. Dilanjutkan dengan Kamis (24/5) sore kemarin. Pasalnya, dua kali datangnya air rob tersebut di nilai merepotkan dan membuat khawatir warga yang rumahnya berada di tepian pantai. "Dua kali dilanda rob, pertama Rabu pagi dan Kamis sore. Tapi syukurnya gak ada korban jiwa, hanya saja warga yang rumahnya di tepian pantai terkena dampaknya," katanya, kepada Radar Karawang.

Lebih lanjutnya, air rob tersebut diduga karena dampak gempa yang terjadi di kota Banda Aceh. Karena bisa di bedakan dari pasang surutnya ombak. Biasanya, lanjut Yonglim, setiap kali air rob melandan wilayahnya kurang lebih 3 hari baru bisa surut. "Biasanya kalau rob tiap tahun 3 hari baru surut, ini mah sekali waktu doang. Diperkirakan akibat dari dampak gempa di Aceh," ungkapnya.
Meskipun air rob telah melanda sepanjang pantai di desanya, saat ini warga lebih memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Karena sebagian besar rumah warga dinilai masih layak dan masih bisa ditempati. Adapun lahan 3 hektare yang sebelumnya telah dipersiapkan untuk warga saat ini, masih menunggu pengarugan dan setelah baru bisa ditempati.

Sedangkan menurut ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), Wanusuki, air rob yang melanda sepanjang pantai utara bukan hanya dirasakan oleh warga Cemarajaya dan sekitarnya, namun dirinya juga mendapatkan informasi dari pantai wilayah lain merasakan hal yang sama. Khususnya di pantai Cemarajaya. Menurutnya, penyebab air rob tersebut akibat perubahan musim. "Saat ini kan masih anhin barat, karena ada perubahan cuaca menuju ke anhin timur, hal yang wajar jika hal ini terjadi," ucapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, karena dikhawatirkan air rob datang kembali. Selain itu keadaan alam tidak bisa di prediksi. "Alangkah lebih baiknya masyarakat tetap waspada," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template