160 Hektare Sawah Cirejag Kekeringan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 160 Hektare Sawah Cirejag Kekeringan

160 Hektare Sawah Cirejag Kekeringan

Written By Admin Raka on Kamis, 24 Mei 2018 | 13.45.00

JATISARI, RAKA - Sekitar 160 hektare areal pesawahan di Desa Cirejag Kecamatan Jatisari mengalami kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan air, pemerintahan Desa Cirejag bersama para petani terpaksa harus melakukan pompanisasi dari sungai nyironggeng.

Ketua Gapoktan Cirejag, H Omo menyampaikan, petani Cirejag tidak mau ketinggalan melakukan proses penanaman padi dibanding petani yang ada di areal pertanian desa lain. Karena pasokan air tidak mencukupi, maka para petani terpaksa harus melakukan pompanisasi. "Jadi gotong royong melakukan pompanisasi," kata Omo, kepada Radar Karawang, Rabu (23/5).

Kepala Desa Cirejag, Dadang Supriatna, pasokan air dari Sungai Cilamaya berasal dari Bendungan Barugbug tepatnya di sekitar Situdam kurang lancar. Penyebabnya adalah adanya proyek yang sampai saat ini belum selesai, sehingga air tidak dialirkan terlebih dahulu. "Yang kering ada sekitar 160 hektare. Karena yang lain sudah mulai nyawah, agar tidak ketinggalan, kami melakukan pompanisasi," katanya.

Dia menyampaikan, diperkirakan proyek yang menjadi penyebab tidak lancarnya pasokan air dari irigasi yang mengarah ke Cirejag itu akan selesai satu minggu ke depan. Dengan demikian, pasokan air akan kembali normal. "Katanya satu minggu lagi selesai, sekarang finishing, proses pengacian," ujarnya.

Beruntung, tambah Dadang, tadi malam ada turun hujan, sehingga pompanisasi tidak seperti hari-hari sebelumnya. Untuk pompa yang digunakan sendiri berasal dari bantuan Dinas Pertanian yang diperuntukan para petani yang ada di Cirejag. "Kami pakai empat unit pompa yah," katanya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, pemerintahan Desa Cirejag akan berupaya terus mendukung program ketahanan pangan, salah satunya adalah tercukupinya proses penanam padi dengan air yang cukup. "Jika gagal panen akibat kekurangan air maka dampaknya pada ketahanan pangan. Maka ketahanan pangan harus dijadikan skala prioritas," ucapnya.

Ia juga meminta kepada pihak pengamat pintu pengairan Bendungan Barugbug Kecamatan Jatisari. Supaya mengatur air sesuai dengan kebutuhan para petani. "Pada saat para petani butuh air. Tolong debit airnya diatur agar tidak kekurangan air," pintanya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template