Warga Miskin Gratis Gunakan Ambulans - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Miskin Gratis Gunakan Ambulans

Warga Miskin Gratis Gunakan Ambulans

Written By Admin Raka on Kamis, 19 April 2018 | 17.15.00

TELUKJAMBE, RAKA - Bagian Rumah Tangga dan Peralatan RSUD Karawang memberi kemudahan untuk pasien kurang mampu untuk menggunakan ambulans secara gratis. Hanya saja pasien tersebut harus bisa memperlihatkan surat keterangan tidak mampu.
Penanggung Jawab Ambulans Bagian Rumah Tangga dan Peralatan Saepul Komar mengatakan itu kepada Radar Karawang, Rabu (18/4). "Semua pasien bisa menggunakan ambulans termasuk yang kurang mampu, tetapi syaratnya harus membawa surat keterangan tidak mampu ke bagian humas. Ini berlaku untuk semua jenis ambulans," kata Saepul.
Masih dikatakan Saepul, selama ini imej kurang bagus mengenai penggunaan ambulans beredar di masyarakat.
Ada yang beranggapan warga yang kurang mampu akan dipersulit administrasinya ketika ingin menggunakan ambulans. Padahal, terang Saepul, tidak sama sekali dan persyaratannya pun tidak rumit. Saat ini sudah ada delapan unit mobil ambulans di RSUD. Dari delapan unit itu fungsinya berbeda-beda. Ada yang untuk pasien darurat, jenazah dan VIP.
"Ambulans Untuk pasien darurat, biasanya disediakan ranjang dan oksigen didalamnya. Untuk VIP disediakan monitor, ranjang, oksigen, dan didampingi oleh dokter serta perawat. Tetapi untuk mengangkut jenazah hanya disediakan ranjang saja," ucapnya.
Tarif ambulan jenazah dan pasien darurat, untuk satu kali jalan yaitu Rp 8500 per kilometer. Tetapi untuk VIP masih belum ada tarif resmi dan masih memakai tarif biasa. Rencanya pihak RSUD akan membuat tarif khusus untuk ambulan VIP. Karena biaya ambulan dibagi lagi untuk dokter dan perawat yang mendampingi. Ambulan RSUD Karawang bisa digunakan untuk mengantar ke luar kota bahkan luar pulau.
Tetapi dengan catatan biaya tol dan biaya bensin di tanggung keluarga pasien.  Terkain keamanan, pasien tidak perlu khawatir. Karena petugas ambulan disana selalu melakukan pemeriksaan mobil secara rutin. Untuk mobil yang sudah tidak layak tidak akan beroperasi. Sopir ambulan disana juga memiliki peraturan dan etika ketika mengendari mobil ambulans. "Kecepatan laju disesuaikan dengan pasien yang dibawa. Sirine juga hanya dihidupkan ketika mengantar pasien, untuk perjalanan pulang supir pasti akan mematikan sirine," kata Saepul.
Menurut data Bagian Rumah Tangga dan Peralatan RSUD untuk Periode Januari - Maret ambulans RSUD Karawang beroperasi kurang lebih 110 kali dalam satu bulan. Setiap hari selalu ada pasien dan jenazah yang membutuhkan. Mengingat RSUD Karawang termasuk rumah sakit yang besar. Sehingga banyak sekali warga Karawang yang berobat kesana. (mg1/ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template