Wabup Disarankan Bentuk Satgas Emok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wabup Disarankan Bentuk Satgas Emok

Wabup Disarankan Bentuk Satgas Emok

Written By Admin Raka on Senin, 09 April 2018 | 16.00.00

TEMPURAN, RAKA- Pemberantasan bank emok melalui surat edaran yang dilakukan pemerintah Karawang agaknya belum efektif memutus bank berkedok rentenir tersebut di desa-desa. Lambatnya Pemkab memberikan solusi, disebut-sebut semakin membuat bank emok menjerat sejumlah masyarakar dihampir setiap lapisan, tanpa kecuali pada kelompok perajin pindang di Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran.
Dikatakan Kades Cikuntul Dede Gunawan komitmen Wakil bupati dan Pemkab dalam pemberantasan bank emok dipertanyakannya sampai saat ini. Karena, ia sebagai Kades kewalahan menangani persoalan bank emok yang justru semakin hari semakin banyak menjerat masyarakatnya. Pemerintah desa sebut Dede, tidak mungkin mengandalkan SK bupati dan edaran saja, karena semakin diberantas, justru semakin banyak yang mengecamnya.
Sehingga, sarannya perlu ada Satgas khusus persis saber pungli, yang langsung merontokan bank keliling tersebut. Sebab, warga bukan satu dua bank saja, malahan ada warga yang harus setor ke 4 bank emok sekaligus dalam waktu seminggu sekali, kalau keteteran, kelompoknya ini bisa saling gesekan. "Saya sudah banyak mendengar, semakin saya marahi, semakin saya dibuly sama masyarakat, harus ada satgas khusus berantas bank emok ini," katanya.
Lebih jauh Dede menambahkan, desanya dikenal dengan mayoritas pengrajin ikan pindang. Baru-baru ini, ada bandar ikan curhat padanya, karena para perajin pindang sudah macet setorannya, disatu sisi ingin ikan segar terus turun, tapi justru lebih banyak menghutangnya hingga membuat para bandar ikan merugi. Saat dikonfrontir, ternyata para pembudidaya ikan olahan ini justru mengaku setoranya habis untuk memenuhi angsuran pada beberapa bank emok, sehingga melupakan setoran ke bandar ikan. Atas dasar itu, ia semakin meradang dan kewalahan, sebab banyak yang datang ke Cikuntul tanpa sepengetahuan pemerintah desa, dan ternyata itu adalah bank emok. "Ini sudah kritis, sudah sejauh mana komitmen Pemkab soal pemberantasannya, kok di saya semakin banyak," katanya.
Lebih jauh Dede menambahkan, dia memberikan himbauan kepada masyarakat untuk setop saja setoran ke bank emok, biarkan rentenir itu merugi. Jika jantan tantang Dede, ia desak agar pelaku-pelaku bank emok datang langsung ke desa dan ia akan memberikan peringatan untuk tidak berkeliaran lagi di lingkungan masyarakatnya. Karena, ia lebih ingin mengarahkan warganya meminjam uang untuk modal usaha ke UPK eks PNPM, BJB yang digulirkan Pemkab dan lainnya, dengan catatan jangan dianggap pinjaman itu hibah.
"Sudah jangan di setor lagi saja, dan saya akan bilang salah siapa mempermudah masyarakat kami diberikan pinjaman tanpa agunan," tandasnya.
Ia berharap, pengguliran dana BJB untuk warga yang akan meminjam bisa segera turun. Tapi, itu saja tidak menyelesaikan masalah, sebab pemberantasannya harus dimulai dari Satgas khusus, mulai dari kecamatan, kepolisian dan lainnya. Karena, semakin dibiarkan subur aman semakin merugikan. Masih mending sebut Dede, ada usahanya jelas, tetapi kalau tidak usaha apa-apa, bunga yang awalnya kecil kemudian membesar hingga membebani warga, ini yang tidak ingin ia harapkan. "Jujur, desa hanya mendengar dan angkat tangan saja, nyuruh berantas seperti ini harus ada Satgas khusus," tegasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template