Trauma Tersandung Dana Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Trauma Tersandung Dana Desa

Trauma Tersandung Dana Desa

Written By Admin Raka on Jumat, 27 April 2018 | 12.00.00

Kades Patungan Rp 1 Juta Ajak Bupati Rapat di Bandung

KARAWANG, RAKA - Dana desa sangat menggiurkan. Setiap tahun jumlahnya bertambah. Jika gelap mata atau tidak paham menyusun laporan pertanggungjawaban, ujungnya bisa masuk bui.
Awal tahun ini saja sudah ada kades yang jadi tersangka, karena diduga terlibat korupsi proyek saluran air yang menggunakan dana desa tahun anggaran 2016. Dia adalah Kades Kertajaya Kecamatan Jayakerta Karta Wijaya.
Agar persolan korupsi dana desa tidak lagi membelit para kades di Kabupaten Karawang, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang berencana menggelar audiensi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Karawang kaitan dengan adanya desa bermasalah. Rencananya, rapat yang mengundang bupati, kejaksaan, kepolisian tipikor, Inspektorat dan BPKP akan dilaksanakan di Lembang-Bandung. "Kaitan banyak desa bermasalah dan meminta arahan kepada pihak terkait, agar tidak ada kades yang salah dalam menggunakan dana-dana yang masuk ke desa," ujar Sekretaris Apdesi Karawang Alek Sukardi kepada Radar Karawang, Kamis (26/4) kemarin.
Ia melanjutkan, rakor yang rencananya digelar tanggal 4 Mei itu, juga akan mengajak semua kepala desa, sekretaris desa hingga bendahara atau kepala urusan keuangan. Pasalnya, masih banyak aparat desa yang membutuhkan bimbingan, khusunya dalam hal administrasi desa. Selain itu, rakor juga untuk memberikan masukan atas ketidakpahaman para kades dengan keinginan presiden dalam mengelola pemerintah desa. Mulai dari juklak dan juknis dana desa. Khususnya sistem pelaporan kinerja kades selama menerima bantuan pemerintah. "Sekecil apapun kita antisipasi kemungkinan salah pelaporan dan pengelolaannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rawagempol Wetan Kecamatan Cilamaya Wetan Udin Abdulgani meminta kepada seluruh kades agar menyisihkan anggaran Rp 1 juta untuk membiayai kegiatan tersebut. "Dikumpulkan (uangnya) sampai tanggal 30 April," ungkapnya.
Aktivis anti korupsi Uchok Sky Kadhafi dari Center Budget Analisys  (CBA) menilai bahwa jika pejabat sunat dana desa harusnya KPK gerak cepat. “Ini bisa ditindak oleh KPK dan KPK bisa selidiki dugaan korupsi itu,” ujarnya.
Uchok juga menilai sumber daya manusia di desa tidak memiliki pengetahuan cukup untuk mengelola dana yang besar. "Persyaratan-persyaratan yang rumit dalam mencairkan dana desa, menjadikan dana desa tidak terserap dengan baik atau mungkin di korupsi," tuturnya.  (rok/psn/jp)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template