Tolak Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tolak Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api

Tolak Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api

Written By Admin Raka on Rabu, 04 April 2018 | 12.25.00

Warga Kosambi Kumpulkan 5 Ribu Tandatangan

KLARI, RAKA - Setelah sempat melakukan aksi membuat keranda di depan pintu perlintasan kereta api di Gang Artis Kosambi, Desa Duren, Kecamatan Klari, warga kembali berunjukrasa menolak penutupan pintu perlintasan kereta api di kampungnya.
Kemarin, mereka membuat 5 ribu tanda tangan untuk menolak mentupan perlintasan kereta api di Gang Artis yang sudah bertahun-tahun itu digunakan warga.
Regi Juniar, salah satu perwakilan warga mengatakan bahwa aksi penolakan penutupan perlintasan jalan Gang Artis tidak akan begitu saja diterima oleh masyarakat di sana. "Kami selaku warga Gang Artis Kosambi akan terus melakukan aksi penolakan selama perlintasan belum dibuka," tegasnya.
Menurutnya, aksi tandatangan 5 ribu warga ini merupakan bukti bahwa seluruh masyarakat Kosambi menolak pentuupan pelrintasan kereta api di Gang Artis. Menurutnya, tanda tangan tersebut akan diberikan kepada bupati. "Saya ingin tahu jawaban bupati seperti apa, apakah seorang pemimpin akan membela masyarakat sendiri apa hanya mementingkan kepentingannya saja," ungkapnya.
Dikatakannya, pintu perlintasan Gang Artis sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalan alternatif sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, penutupan jalan harus dengan alasan yang jelas.
Kasi Trantib Desa Duren Arief Maulana mengatakan, penutupan jalan perlintasan kereta api sebagai salah satu solusi mengurangi angka kemacetan di Karawang bukan merupakan solusi alternatif yang baik. Sebab, ada banyak masyarakat yang merasa dirugikan jika adanya pentupan. "Rugi waktu rugi ancaman bahaya yang lebih mengancaman, kasihan sama anak-anak yang harus melintas jalan besar. Belum macetnya," jelasnya.
Namun begitu dirinya berharap agar aksi lanjutan ini tidak menimbulkan kekacauan dan perusakan. Baginya, masih banyak cara yang dilakukan tanpa harus menutup akses warga. "Jangan main tutup aja, kasian warga yang melintas. Ada anak sekolah, pedagang, warga dan yang lainnya juga lewat," ucapnya.
Menurutnya jika pemerintah ingin mengurangi angka kemacetan yang sering terjadi di wilayah Kosambi, seluruh fasilitas jalan harus bertambah. Jangan sampai bertambahnya kendaraan tidak ditunjang dengan fasilitas jalan yang memadai. "Jika memang mau ditutup silahkan beri kami solusi, minimal bangunkan underpas atau jembatan yang bisa kami gunakan," jelasnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template