TKW Tirtajaya Dibui di Abu Dhabi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » TKW Tirtajaya Dibui di Abu Dhabi

TKW Tirtajaya Dibui di Abu Dhabi

Written By Angga Praditya on Rabu, 04 April 2018 | 12.00.00

Tersangkut Kasus Pembunuhan Berencana

TIRTAJAYA, RAKA - Empat tahun menanti kabar sang istri yang menjadi tenaga kerja indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Tabroni (61), warga Dusun Tangkolo RT 008/003 Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya, malah mendapat kabar menyedihkan dari sponsor yang memberangkatkan istrinya.
Penyebabnya, sang istri Aan binti Andi Asip (40), ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Abu Dhabi setelah diduga melakukan pembunuhan berencana bersama salah seorang tenaga kerja asal Bangladesh terhadap 5 orang korban. Diantaranya 2 wanita WNI, 2 wanita warga negara Thailand dan seorang pria berwarga negara Bangladesh.
Diakuinya, selama empat tahun dirinya tak mendapat kabar dari sang istri sejak keberangkatannya pada tahun 2013 silam. Selama empat tahun tersebut, ia bersama satu orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama terus mencari kabar tentang keberadaan Aan. "Kalau berangkatnya itu pada tahun 2013, setahun itu tak ada masalah. Kiriman pun sampai pada kita. Tapi setelah 2014 malah gak ada kabar lagi, denger kabar mah dia kabur dari majikannya," ujar Tabroni saat ditemui Radar Karawang di kediamannya, Selasa (3/4).
Kasus hukum yang menjerat istrinya tersebut, lanjut Tabroni, baru diketahuinya pada Kamis pekan lalu setelah diberitahu oleh pihak sponsor yang mendapatkan surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi yang isi dalam suratnya menerangkan bahwa jaksa penuntut setempat, pada tangga 15 Februari menyatakan bahwa Aan terlibat kasus pembunuhan berencana terhadap 5 korban Warga Negara Indonesia, Thailand dan Bangladesh yang dilakukan pada tanggal 7 Desember 2017.
Hingga saat ini, belum jelas apakah benar istrinya telah terlibat pembunuhan atau tidak. Namun pihak keluarga berharap agar kejadian tersebut tidak memberatkan istrinya. Dia juga berharap kepada pemerintah agar melakukan pendampingan hukum kepada istrinya.
Saat ditemui Radar karawang, anak Tabroni yang masih duduk di bangku kelas 7 SMPN 2 Tirtajaya itu mengaku sangat sedih. Sambil menangis, Siti mengaku tidak percaya atas apa yang telah menimpa ibunya. Dirinya berharap kejadian yang menewaskan 5 orang di Abu Dhabi tersebut tidak melibatkan ibundanya. Mengingat, sejak usia 9 tahun, dirinya sudah tidak bertemu lagi ibunya karena terpaksa harus berangkat ke Uni Emirat Arab untuk mencari nafkah.
Berdasarkan surat penelusuran keluarga pekerja migran yang dikirim Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyebutkan, KBRI Abu Dhabi telah mendapatkan akses kekonsuleran untuk bertemu dengan Aan di Penjara Al Wathba pada tanggal 1 Februari 2018. Pihak KBRI memastikan, Aan dalam kondisi sehat dan diperlakukan dengan baik.
Kepada petugas di sana, Aan mengaku sempat melarikan diri bersama rekannya yang merupakan Warga Negara Bangladesh ke wilayah Sharjah dan menumpang di rumah kenalan rekan prianya, sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Staf Desa Srijaya, Abdul Rosad mengatakan, pada Selasa (3/4) pagi sekitar pukul 08.00, dirinya menerima laporan dari salah seorang warganya atas kejadian dugaan pembunuhan di Abu Dhabi untuk mengurusi administrasi. "Tadi pagi ada warga yang meminta surat dari desa untuk mengurusi adminitrasi, lebih jelasnya saya kurang tahu untuk apa. Yang pasti dia bilang buat ngurus-ngurus istrinya yang saat ini di Arab," tutupnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang Ahmad Suroto yang dihubungi terpisah membenarkan kasus yang dialami oleh Aan. Pihaknya sudah mendapatkan tembusan dari Kementerian Luar Negeri. "Awalnya saya mendapatkan laporan secara lisan, salah satunya dari anggota DPRD. Terus setelah saya cek, surat dari Kemenlu pun sudah ada tembusan pada kami," katanya.
Selanjutnya, selain berkordinasi dengan keluarga Aan, pihaknya sudah membuat surat yang dikirim ke Kemenlu, BPN2TKI dan Kemenaker untuk memohon agar segala tuntutan terhadap Aan dibebaskan. "Ini kan menyangkut warga negara Indonesia. Kami memohon agar segala tuntutan terhadap Aan bisa dibebaskan. Kami juga siap memberikan bantuan advokasi hukum terhadap permasalahan ini," ucapnya.
Diteruskannya, Disnaker juga akan meminta pertanggungjawaban sponsor yang memberangkatkan Aan. "Jangan sampai, sponsor hanya memberangkatkan saja, ketika ada permasalahan seperti ini tidak ada tanggung jawabnya," pungkasnya. (rok/asy)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template