TKSK Protes Anggota DPRD Komisi D - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » TKSK Protes Anggota DPRD Komisi D

TKSK Protes Anggota DPRD Komisi D

Written By Admin Raka on Rabu, 25 April 2018 | 17.45.00

Tersinggung Dibilang RS Tipe C di Dapil IV tak Realistis

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Penilaian Komisi D DPRD Karawang terhadap rencana pengadaan rumah sakit tipe C di Dapil IV tidak realistis karena sudah banyak klinik dan rumah sakit representatif yang melayani pasien, menuai protes tokoh masyarakat dan pekerja sosial di wilayah tersebut.
Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lemahabang Zaenal, misalnya, jika dianggap alasannya banyak klinik jadi dasar ditolaknya kajian RS Tipe C di wilayah Lemahabang - Telagasari, memang klinik kecil dan besar banyak tetapi kebanyakan klinik itu hanya memfasilitasi rawat jalan saja. Sebab untuk peserta Jamkesmas, rumah sakitdi Lemahabang justru belum bekerjasama dengan BPJS. Sehingga masyarakat yang punya jaminan kesehatan,  baik itu PBI dan BPJS mandiri harus dirujuk ke RS luar Lemahabang, bahkan masih sering ke RSUD. "Oke, alasannya banyak klinik dan ada RS, tapi kebanyakan klinik hanya rawat jalan, tetap saja pasien PBI dan BPJS di dorong rujukan ke RSUD juga," sesalnya.
Sementara Ketua TKSK Cilamaya Kulon, Badrudin, menambahkan Komisi D DPRD Karawang sangat tidak beralasan menolak rencana pembangunan RS Tipe C di Dapil IV, hanya karena banyak Klinik, RS dan warganya tak sebesar wilayah Rengasdengklok. Ia balik curiga, apakah pembiaran peniadaan RS Tipe C di wilayah Dapil IV ini dianggap merugikan klinik-klinik yang kebanyakan berorientasi bisnis dan mahal bagi pasien, justru sebut Badrudin, dengan adanya RS tipe C, bisa memudahkan warga dalam pelayanan kesehatan, baik akses maupun warga miskin yang selama ini banyak di cuekin klinik-klinik.
Sebab, Klinik yang bekerjasama dengan BPJS dan terpampang sekalipun didepan bangunannya, justru ia lihat tidak semuanya gratis, karena ada embel-embek bayar bagi pasien. Bagi yang mampu bayar masih mending, tapi ketika pasien dan keluarganya yang sama sekali tidak mampu, apakah tidak sakit hati selalu dicuekin Klinik. Kecuali sebut Badrudin, jika semua klinik benar-benar serius melayani pasien tanpa melihat umum dan BPJS. "Banyak yang menggunakan BPJS tetap bayar tuh di Klinik. Kalau klinik tidak becus melayani warga sakit dengan kartu jaminan, solusinya ya harus ada RS Tipe C," tandasnya.
Kades Sumberjaya Kecamatan Tempuran, Kasman Ebod menyesalkam jika RS Tipe C di otak Atik batal dibangun di Dapil IV. Karawang, memiliki Bupati seorang dokter, seharusnya semakin pro pada pembangunan rumah sakit di setiap dapil, bukan menguntungkan klinik-klinik yang kebanyakan berbisnis. Terlepas dimana pun lokasinya, sebut Ebod, ia harapkan RS Tipe C bisa lebih dekat aksesnya dengan warga, sehingga tidak harus selalu ke RSUD.
Jika orang Batujaya dan Cibuaya hampir 2 jam sampai RSUD, hal yang sama juga dialami warga di Muara perbatasan Subang bahkan Pasirputih, sehingga baik di Rengasdengklok maupun di Dapil IV sama-sama dibutuhkan. "Idealnya harus ada memang di dapil IV, kalau ditolak kan harus jelas juga alasannya, ini kan untuk akses pelayanan lebih dekat," katanya.
Camat Lemahabang H Hamdani S.IP mengatakan, dirinya selaku pemerintah, sebenarnya sudah siap menyiapkan tanah dan sudah di koordinasikan dengan Puskesmas, ada juga tanah eks kecamatan yang cukup luas bisa dikembangkan, kalau memang ada buat RS Tipe C di Lemahabang. "Kalau kita sih sudah siap-siap saja, lahan ada kalau mau mah," katanya. (rud)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template