Tidak Ada Bumdes E Warung di Cilamaya Kulon - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Ada Bumdes E Warung di Cilamaya Kulon

Tidak Ada Bumdes E Warung di Cilamaya Kulon

Written By Admin Raka on Selasa, 03 April 2018 | 16.15.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Sebanyak 145.316 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) siap menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pengganti bansos rastra April ini. Sementara BNI pun segera melakukan seleksi terhadap warung-warung yang akan menjadi tempat transaksi sembako.
Ketua TKSK Kecamatan Cilamaya Kulon, Badrudin Mustafa, disinggung bumdes yang menjadi e warung, mengatakan di wilayahnya tidak ada bumdes yang menjadi e warung. "Di Kecamatan Cilamaya Kulon, tidak ada satupun Bumdes yang diajukan menjadi e Warung karena dianggap jarang aktif, bahkan seringnya berganti kepengurusan," ucap Badrudin, Senin (2/4).
Padahal, terang Badrudin, di Cilamaya Kulon pihaknya sudah mengajukan 35 e Warung yang tersebar di 12 desa dari jumlah idealnya sebanyak 39 warung. Tidak satupun, dari ajuannya di layangkan dari Bumdes, karena dominannya lebih pada warung desa. Sebab, Bumdes ini jarang buka setiap hari,  karena sebenarnya Bumdes inu bisa jadi e warong, asal sebelum dan ketika jadi e warong harus buka setiap hari, sebab namanya warung itu harus buka setiap hari.
Namun, menurut pengamatannya, Bumdes desa itu justru jarang ada yang aktif, bahkan ada pula yang tidak punya gedung, lebih parahnya tak jarang pengurusnya juga bubar, sementara yang aktif di kecamatan Cilamaya  Kulon itu hanya beberapa desa saja yang Bumdesnya memang aktif. "Bumdes jarang aktif dan pengurusnya juga bubar, mana mungkin kita ajukan sebagai e Warung,  karena warung itu kan yang buka setiap hari," katanya.
Lebih jauh Badrudin menambahkan, Warung yang diajukan menjadi sasaran distributor BPNT juga harus memenuhi persyaratannya, seperti harus bisa operasikan Smartphone, punya email untuk setiap laporanya yang via email dan bisa kuasai teknologi, karena pihak BNI sudah berikan standar keuntungan Rp 3000 per satu KPM. Tentu saja, ajuan warung itu atas rekomendasi pihak desa, meskipun hak TKSK untuk sortir sesuai persyaratan dan arahan dari Dinas Sosial.
Selama penyisiran sebut Badru, tidak ada kendala yang berarti, tinggal nanti pihak BNI segera sortir kelayakannya untuk kemudian dibagikan kartunya secara bertahap di pertengahan april ini. "Kita tidak menemukan kesulitan yang berarti, inginnya punya e warung ya banyak, tapi kan gak semua, dibatasai skala 250 KPM satu e Warung,"  ucapnya.
Lebih jauh Ia menambahkan, dari total KPM calon penerima BPNT berupa telur dan beras ini, 60 persen diantaranya merupakan peserta PKH, yaitu sebanyak 97.158 KPM, sementara non PKH 48. 158 KPM. Bagi KPM PKH sebut Badru, nanti tidak akan menerima lagi kartu BPNT karena bisa menggunakan kartu BNI PKH untuk mengambil sembako BPNT, sementara yang non PKH ini yang akan menerima kartu ATM perdana dari BNI, nanti fungsi dan efektifiktas kartu bagi KPM PKH maupun non PKH akan sama saja. "Untuk pengadaan beras dan telur di e Warung, kita belum ada arahan ,apakah modal mandiri dulu atau nanti di cover, belum ada informasi lanjutan," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template