Tanaman Padi Tiga Kecamatan Rebah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanaman Padi Tiga Kecamatan Rebah

Tanaman Padi Tiga Kecamatan Rebah

Written By Admin Raka on Kamis, 26 April 2018 | 15.00.00

TELAGASARI, RAKA - Akibat angin kencang dan hujan deras terus-menerus sepekan terakhir membuat puluhan hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Telagasari, Lemahabang dan Tempuran mengalami rebah. Akibatnya gabah menjadi basah dan itu membuat harganya jadi anjlok.
"Ini rebah, kalau begini gabah juga basah dan harganya pasti anjlok. Paling-paling supaya tidak rugi banyak panen saja dipercepat," ucap petani Desa Ciwulan, Kosim Rabu (25/4). Sementara Tenaga Harian Lepas (THL) Pertanian Desa Ciwulan Yayu Septiani, mengatakan tanaman padi rebah diakuinya semakin meluas setelah diguyur hujan dan angin kencang sejak tiga hari terakhir.
Hal itu akibat hujan, angin, kelebihan urea, dan kadang tidak memakai KCL. Bulir padi sebut Yayu, masih bisa selamat kalau usia tanam sudah 90 Hari Setelah Tanam (HST) atau seminggu sebelum panen, karena bulir gabah masih berisi. Tetapi jika kurang dari itu, para petani kadang memilih memanen dini tanaman padinya yang rata-rata ditanami varietas Ciherang. Kalau sudah faktor alam demikian, sudah sulit dihindari, bahkan ganti rugi sekalipun tidak ada. "Puluhan hektare luasnya, tapi kalau melihat HST, masih bisa selamat walau mungkin nanti di panen dini," katanya.
Yayu menambahkan, antisipasi penyelamatan padi rebah itu paling diikat agar bisa tegak berdiri lagi. Itupun jika mengandalkan penggarap akan menambah upah lagi, disisi lain harga padi rebah dipastikannya akan anjlok ditawar para tengkulak. Kemungkinan, rebah selain faktor varietas dan cuaca, batang yang kurang KCL juga bisa  mempengaruhi. Sebab KCL ini bisa memperkuat batang tanaman. "Tanaman masih bisa diselamatkan dengan cara ditegakkan lagi. Tetapi ini bisa menambah upah juga, disisi lain harganya juga kan tetap anjlok," ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Karawang, Ir Hanafi Chaniago mengaku pihaknya belum mendata lengkap jumlah tanaman padi yang rebah akibat hujan angin tiga hari terakhir. Pihaknya juga masih mengumpulkan data dari sejumlah UPTD terkait luas lahan sawah yang terdampak rebah. "Kita mau mengumpulkan data dulu dari UPTD," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template