Tak Bisa Melihat, Ujian Didampingi Kakak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tak Bisa Melihat, Ujian Didampingi Kakak

Tak Bisa Melihat, Ujian Didampingi Kakak

Written By Admin Raka on Kamis, 26 April 2018 | 12.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Ketuntasan belajar salah satunya adalah mengikuti ujian nasional. Nilai yang diperoleh pun harus maksimal, karena bisa berpengaruh kepada jenjang pendidikan tingkat lanjut.
Namun, apa jadinya jika saat UN tiba, peserta ujian justru sakit. Seperti yang dialami oleh Eriyani Novita, siswi SMPN 2 Rengasdengklok. Dia terpaksa mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) ditemani kakak, pengawas dan panitia di ruang panitia ujian, karena tidak mampu melihat soal dengan jelas. Penyakit yang dideritanya pun tidak main-main. Glukoma. Penyakit yang sering dikaitkan dengan tekanan intraokular tinggi yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan bahkan kebutaan, sudah diderita Eriyani sejak duduk di bangku sekolah dasar. "Nggak inget kayak gimana dulu. Tahu-tahu penglihatan sedikit buram. Lama-lama makin parah buramnya, hingga hampir tidak bisa melihat," ujarnya Eriyani kepada Radar Karawang, Rabu (25/4) kemarin.
Sementara menurut Ariska Nurandini (21), kakak yang selalu setia mendampingi adiknya saat ujian dari hari pertama menuturkan, sudah dua kali adiknya dioperasi pada bulan Oktober tahun lalu, namun belum ada perubahan yang signifikan. Hingga sekarang dia tidak bisa melihat hal atau benda kecil. "Saat pengerjaan ujian, hanya pelajaran matematika yang sulit. Karena ada beberapa gambar soal yang sukar untuk menjelaskan ke adik saya. Untuk pelajaran yang lain, saya hanya membacakan saja dan adik saya menjawab, lalu saya yang mengisi di lembar jawaban ujian nasional," lanjutnya.
Sempat terbesit untuk memakai kaca mata khusus untuk mengurangi kekurangan penglihatan tersebut, namum dengan terkendala waktu dan biaya. Dia terpaksa melaksanakan ujian seadanya. "Tadinya mau beli kaca mata, tapi karena adik saya harus mengikuti ujian sekolah ke ujian nasional, jadi tidak bisa kemana-mana. Dan juga kendala biaya buat beli kaca mata yang terbilang mahal," tuturnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template