Tabrak Tiang, Masuk Got - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tabrak Tiang, Masuk Got

Tabrak Tiang, Masuk Got

Written By Admin Raka on Rabu, 25 April 2018 | 17.19.00

Dua Siswa SMPN 4 Klari Kritis

CIKAMPEK, RAKA - Brakk..Sepeda motor Supra X nomor polisi T 5412 FQ itu tidak terkendali lalu menabrak tiang. Sialnya, dua dari tiga orang yang menunggangi motor tersebut kepalanya membentur tiang lalu masuk ke saluran air. Mereka adalah Agil (15), Farhan (15) dan Deka (15), pelajar SMPN 4 Klari.
Agil selamat dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Ahmad Yani Cikampek, Selasa (24/4) sore. Tapi Farhan yang masih duduk di bangku kelas IX mengalami luka memar di bagian mata kiri dan luka bagian kaki kiri. Sedangkan Deka, siswa kelas VII mengalami luka di bagian kepala dan bibir. Warga yang melihat kejadian itupun langsung mengevakuasi ke Rumah Sakit Karya Husada untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Agil menceritakan, peristiwa yang menimpanya itu berawal dari sejumlah siswa SMP yang dia tidak kenal dari arah Cikampek menyenggol mereka. Akibatnya, kedua temannya yang tidak menggunakan helm terjatuh dan membentur tiang serta saluran air, sehingga luka di kepala sangat serius. "Pulang ujian nasional sempet pulang dulu (ke rumah), mau ke Cikampek jalan-jalan. Saat mau arah pulang, di belokan ditajong (ditendang) sama SMP lain terus jatuh," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Seorang warga setempat yang melihat peristiwa itu, Endang (32) mengatakan, kedua pelajar itu tiba-tiba sudah bersimbah darah di pinggir jalan. Melihat itu, warga langsung menyelamatkan mereka dan dibawa ke rumah sakit.
"Ngga tau tawuran, ngga tau jatuh. Tahu-tahu sudah di jalan aja berlumuran darah, langsung kita bawa ke rumah sakit," terangnya.
Plt SMPN 4 Klari Imas Suminar mengaku kaget setelah mendengar kabar buruk tersebut. Tak lama kemudian, dia bersama guru lainnya langsung mendatangi Rumah Sakit Karya Husada. "Ya Allah ibu juga kaget. Katanya siswa ibu. Makanya langsung kesini. Satu orang masih kelas satu, yang satunya lagi kelas tiga peserta ujian lagi," jelasnya.
Ibu Farhan, Darini (47) warga Gintungkerta, Kecamatan Klari, mengatakan, sebelumnya anak kesayangannya tersebut sempat berpamitan setelah pulang sekolah, meminta uang untuk membeli bensin. "Iya siangnya ada pulang dulu solat, minta uang buat beli bensin. Tahu-tahu ada kabar sudah di rumah sakit," ucapnya sambil menangis.
Hal serupa juga disampaikan Agus (39) orangtua Deka. Dia mengatakan, sebelum berangkat putranya sempat meminta izin untuk menonton latihan sepak bola di sekolah dan meminta uang. "Kalau Deka kan kelas satu, libur, tapi pake seragan sekolah katanya mau liat nonton bola," ucapnya.
Kini kedua orangtuanya tersebut hanya bersikap pasrah dan berdoa untuk keselamatan putranya itu. "Semoga bisa diselamatkan," harapnya.
Kejadian tersebut juga mengundang perhatian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang. Ditemui di rumah sakit, Sekretaris Disdikpora Nandang Mulyana menyampaikan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kejadian tersebut murni karena kecelakaan. "Kita juga sedang menyelidiki kejadiannya seperti apa. Karena ada peserta ujian nasional yang jadi korban, terpaksa tidak bisa ikut ujian bisa mengikuti susulan di tanggal 8 Mei nanti," terangnya.
Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang Dadan Sugardan juga turut berduka cita atas kejadian tersebut. Dia berharap kedua siswa yang mengalami kecelakaan bisa selamat. "Kondisinya kritis, semoga tidak sampai meninggal. Ini bukan tawuran, tapi kecelakaan," ungkapnya.
Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani mengatakan, peristiwa yang menimbulkan korban luka itu bukan tawuran tapi kecelakaan. "Ini informasi sebenarnya, hasil konfirmasi Kapolsek Cikampek," ujarnya. (yna/apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template